enciety Log

Saatnya Menegaskan Perubahan Orientasi untuk Masa Depan

Warga Amerika dan Eropa saat ini baru memahami makna dari Globalisasi. Awalnya jika di dunia Globalisasi berarti tempat orang bersaing untuk membeli produk mereka. Berarti dalam perjalanannya dunia yang dapat menghasilkan produk yang mereka beli dengan harga murah.

Dan kini, mereka mulai menyadari bahwa Globalisasi berarti orang di seluruh dunia dapat bersaing untuk memperoleh pekerjaan mereka. Sehingga untuk berhasil Kesadaran bahwa mereka harus memiliki kompetensi Motivasi dan seolah-olah terlambat. Bahkan bukan saja mereka kehilangan pekerjaan di negeri mereka, bahkan Namun pekerjaan tersebut terbang ke negara-negara Asia.

Cina dan India, merupakan contoh sukses dari negara berkembang. Dengan konsistensi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kini Cina dan India bukan sekedar memiliki banyak Talenta SDM kelas dunia Namun sudah menjelma menjadi Raksasa Ekonomi Dunia. Tidak mengherankan jika Cina dan India dianggap dapat menjadi kunci Penyelesaian Krisis FINANSIAL dan Bursa Saham di Amerika Serikat.

Semakin lama kondisi semakin tidak mudah bahkan makin kompetitif, sehingga tidaklah sesuai lagi Pernyataan orang tua jaman dulu bahwa semuanya susah. Sebagai contoh: sudah semakin banyak orang yang bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar walau bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu. Itulah persaingan global, hanya saja saat ini situasinya makin adil. Siapa pun Anda, selama memiliki kompetensi akan makin mudah untuk memperoleh kesempatan yang tidak pernah dinikmati orang tua Anda.

Kondisi inilah yang memerlukan Perubahan Orientasi pembangunan. Sebagai contoh di Indonesia, alokasi Dana Pendidikan di APBN 2009 akan mencapai 20 persen. Hanya saja, jumlah tersebut sudah termasuk komponen SDM / Gaji Guru. Jika hal ini dilaksanakan secara konsisten dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Hanya saja, tetap dibutuhkan Prioritas yang lebih Cerdas dan peduli.

Drs. Kresnayana Yahya, Msc. menyatakan, “Saat ini Indonesia menghadapi permasalahan justru meningkatnya pengangguran berpendidikan. Jumlah pengangguran yang telah lulus SLTA dan Perguruan Tinggi merupakan angka tertinggi dan mempunyai kecenderungan makin meningkat. Bahkan lulusan SLTA mempunyai masa tunggu kerja sampai dengan 6 (enam) tahun “.

Kresnayana memberi apresiasi terhadap Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang dinyatakan sesaat sebelum Penerimaan Siswa Baru 2008, yakni: menggratiskan biaya pendidikan di SMKN. Kebijakan tersebut langsung mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas pendaftar SMK di Surabaya. Dari Grafik, tampak Perubahan jumlah yang signifikan Siswa Kelas I SMA dan SMK tahun 2008 di Surabaya.

Bahkan jika Bangku yang tersedia di SMK lebih banyak, jumlah Niscaya Siswa Kelas I SMK akan melebihi SMA. Hal ini membuktikan bahwa intervensi Pemerintah secara konkrit dapat merubah Persepsi masyarakat. Sehingga jangan lagi ada perbedaan tafsir tentang “Gratis” di SMK maupun di “kelas” SBI. Memang benar biaya pendidikan merupakan tanggung jawab Pemerintah dan Masyarakat, sehingga berarti tidak ada larangan kalau “uang sekolah” ditanggung Pemerintah dan jangan dibolak-balik lagi.

Untuk mendukung gairah tersebut, di APBD 2009 direncanakan akan DIBANGUN 2 (dua) buah SMKN baru di Surabaya Utara dan Surabaya Barat yang memiliki angka putus sekolah yang masih tinggi. Karena telah terbukti bahwa lulusan SMK, sudah banyak yang direkrut jam bahkan belum lulus sekalipun. Perubahan Orientasi dan memilih pendidikan kejuruan itu perlu langkah kongkrit, tidak cukup dengan Pidato dan Janji-Janji belaka.

Perbandingan siswa SMA: SMK di Surabaya tahun 2008 mencapai 57: 43, diharapkan mencapai 30: 70 sebelum tahun 2015. Di samping akan mengurangi pengangguran maupun masa tunggu kerja, yang berarti mengurangi beban ekonomi masyarakat. Hal ini dapat mendorong berbagai layanan baru dari kegiatan perdagangan sampai manufaktur di kota Surabaya. “Kalau Pendidikan baik di Surabaya, yang menikmatinya bukan hanya warga kota Namun juga masyarakat Jawa Barat,” ujar Bambang DH Walikota Surabaya.

Hanya saja komitmen yang baik dari Pemkot Surabaya untuk merencanakan alokasi Dana Pendidikan di APBD 2009 lebih dari 35 persen, yang merupakan salah satu angka tertinggi di Indonesia, membutuhkan komitmen bersama untuk dapat merencanakan dan “menyerap” dengan cepat dan benar. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas yang bertanggung jawab, keluar dari sekedar kebiasaan masa lalu.

Salah satunya dibutuhkan jam mengatasi masih besarnya selisih antara: data anak usia sekolah di semua data Jenjang dan anak yang telah bersekolah. Misalnya untuk anak usia Sekolah Dasar, kita harus mulai menyelami bagaimana kebutuhan dan Kultur di suatu daerah. Kita tidak boleh “memaksakan” anak harus sekolah selama 6 (enam) jam, 6 (enam) hari, dan 6 (enam) tahun untuk sekedar mendapatkan Ijazah semata.

Inisiatif Peningkatan Kualitas SDM ini, seharusnya dilakukan bersama oleh Pemerintah dan masyarakat yang peduli. Selain memanfaatkan secara optimal dana CSR (Corporate Social Responsibility) seharusnya kita makin Cerdas memanfaatkan energi sosial dari media dan masyarakat luas. Surabaya, telah punya cerita sukses terkait rumah serta masyarakat di bidang “Hijau dan Bersih”.

Gairah dan Kepedulian pada Peningkatan Kualitas SDM bukan saja bergema pendidikan untuk siswa yang akan mengisi lapangan kerja maupun untuk menjadi Wirausaha. Namun juga mempersiapkan karyawan (internal) untuk dapat memiliki kompetensi teknis dan manajemen yang lebih baik – Kotak Baca: Mempersiapkan SDM Indonesia Mengisi Posisi strategis.

Saat ini, merupakan momentum yang tepat untuk menata langkah merencanakan masa depan bersama. Krisis kali ini akan makin meyakinkan kita untuk menata ekonomi lokal dengan meningkatkan kualitas SDM. Jika Pemkot Surabaya dan Dunia Usaha, sudah mulai melakukan langkah inovatif, kita masih menunggu “penawaran” Orientasi pembangunan dari Calon Gubernur DKI Jakarta. Semoga kita secara sinergis dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik. (don@enciety.com)

–000–

Oleh Ir Don Rozano SP, MM
Dimuat di Jawa Pos, 14 Oktober 2008 (admin)

--oo00oo--

Masukkan Komentar Anda