Produk Srikandi Nelayan Surabaya Hasilnya Nyata
Enciety.com - 30/09/2009 11:14
Kategori : Srikandi Nelayan.
Pengembangan sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) telah menjadi perhatian utama. tidak dibutuhkan wacana, diskusi, ataupun pembahasan yang berkepanjangan. produk srikandi nelayan merupakan upaya keberpihakan dengan hasil yang nyata.
Tidak perlu basa basi dan langsung menukik ke arah sasaran yang jelas. Sehingga hasilnya pun jelas karena dapat dinikmati secara kasat mata. Pelaku sektor UMK memang memerlukan suatu keberpihakan yang nyata dan dilakukan melalui semangat gotong– royong banyak pihak.
Inilah yang dikerjakan oleh tiga pilar usaha “plus” Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dengan gamblang memberdayakan usaha ekonomi kerakyatan. Mereka adalah PT Carrefour Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Tekadnya sangat luhur: ingin menjadikan kota Surabaya lebih baik dan “wong cilik” bangkit menuju keluarga sejahtera.
Sebuah gambaran bagaimana para pelaku usaha yang cerdas dan peduli bisa membaca ke arah mana mereka harus bekerja keras. Untuk selanjutnya dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat di sekitarnya.Sebagai kelompok mayoritas, setiap pertumbuhannya pastilah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan bahkan mengurangi kesenjangan antar pelaku usaha.
Kesuksesan Pemkot Surabaya menggabungkan multi stakeholders dan komunitas para ibu rumah tangga di pesisir Surabaya yang tergabung dalam kelompok Srikandi Nelayan, patut ditiru. Sebagai wujud nyata komitmen multi stakeholders partnership Pemkot Surabaya dan badan usaha yang peduli untuk mengembangkan potensi ekonomi warga kota Surabaya yang masih marjinal.
Triana Mulyatsa (Telkom), Walikota Surabaya Bambang DH, Irawan D Kadarman (Carrefour) dan Yos Adiguna Ginting (Sampoerna) dengan bangga membawa hasil produksi Srikandi Nelayan Surabaya
Program ini berawal dari kepedulian Pemkot Surabaya terhadap warga pesisir yang memiliki keterbatasan kapasitas ekonomi, untuk mengolah hasil laut dan perikanan.
Mereka cenderung menjual langsung hasil tangkapan, sehingga harganya tak stabil dan makin merosot ketika panen raya.
Kondisi inilah yang mendorong gagasan solusi yang cerdas dan peduli serta ikhlas. Kata kuncinya “Berawal Dari Hati”, suatu keberpihakan terhadap usaha mikro berbasis komunitas.
Dengan semangat gotong–royong, dan skema ekonomi kerakyatan, para ibu rumah tangga di pesisir Surabaya didorong membentuk UMK berbasis kelompok.
Melalui pendekatan ini, diharapkan nelayan di Surabaya dapat langsung menjual hasil tangkapan yang segar dan berkualitas utama, dengan harga yang baik.
Sedangkan “kelebihan” dari hasil tangkapan nelayan yang dapat menyebabkan harga anjlok, akan diolah para Srikandi Nelayan menjadi produk unggulan yang lezat, sehat, dan bergizi.
Kerja sama yang kreatif ini mengundang apresiasi tokoh Surabaya dan media yang hadir dalam Launching Produk Srikandi Nelayan.
Produk Srikandi Nelayan Surabaya yang diluncurkan berupa abon udang, keripik kentang rasa udang dan bakso ikan. Semuanya mengandung varian rasa manis dan rasa pedas. Peluncuran di Golden City Mall ini dilakukan Wali Kota Surabaya Bambang DH bersama Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan D. Kadarman, Corporate Affairs Director PT HM Sampoerna Tbk. Yos Adiguna Ginting, dan Executive General Manager PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Divisi Regional V Jawa Timur Triana Mulyatsa.
Dalam kesempatan ini, juga ditandatangani Kesepahaman Bersama untuk mendukung keberlanjutan upaya ini dalam Sentra Bisnis Hasil Olahan Perikanan dan Kelautan Bulak, yang diharapkan akan berdiri dalam tahun ini. Kerja sama yang baru pertama kalinya diimplementasikan di Indonesia tidaklah mudah untuk diwujudkan. Karena semangat gotong–royong lebih mudah untuk dibicarakan daripada dilaksanakan.
”Kerja sama ini menunjukkan tingkat kecerdasan dan kepedulian dari berbagai pihak yang terlibat,” kata Bambang DH Walikota Surabaya. Kerja sama ini bukan hanya menarik, namun juga nyata. Masing–masing pihak telah melaksanakan komitmen sesuai kompetensinya, untuk meningkatkan kapasitas ekonomi Srikandi Nelayan.
“Hanya pribadi dan perusahaan yang hebat, yang tidak takut untuk bekerja sama (seperti dalam program ini) dan kami yakin akan kesinambungannya,” lanjut Bambang DH.
Kini, saat yang tepat untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan yang berbasis komunitas secara nyata. Dengan memanfaatkan semangat gotong–royong, inisiatif multi stakeholders partnership yang dimulai dengan lahirnya produk unggulan Srikandi dari Surabaya ini, dapat mendorong UMK segera menjadi penggerak ekonomi. Dan, tentunya juga harus disertai kesungguhan semua pihak yang terlibat.
Dimuat : Jawa Pos, 30 September 2009

