enciety Log

Solusi Cerdas Warga Kota Siasati Krisis Ekonomi

Walikota Surabaya Bambang DH
Walikota Surabaya Bambang DH

“Saya sangat menghargai kecerdasan warga kota dalam menyiasati krisis ekonomi ini. Salah satunya, bagaimana dapat memanfaatkan keterbatasan lahan secara produktif, terutama dengan memilih tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” tutur Bambang DH, Wali-kota Surabaya saat membuka Gelar Produk dan Panen Raya Urban Farming di Kelurahan Made minggu lalu.

Kegembiraan Walikota sangat beralasan, bukan hanya karena respon yang luar biasa, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi kegiatan yang digagas dan dilaksanakan dengan semangat gotong-royong, oleh: Peme-rintah Kota, Suara Surabaya Media, dan berbagai elemen masyarakat yang peduli. Namun juga Urban Farming dapat menjadi solusi cerdas dan peduli untuk menjawab permasalahan ekonomi dan lingkungan hidup.

Lombok merah Made, yang dipanen sebesar 40 ton per hari, merupakan primadona acara yang sangat laku dibeli warga kota. Tidak heran, lombok me-rah Made bukan hanya diperdagangkan di Pasar Keputran, namun juga sudah menembus luar Jawa Timur bahkan sampai di Sumatera. Mangga Made juga produk andalan yang siap untuk dipasarkan dengan lebih baik.

Saat ini terdapat 570 petani dan 75 kelompok tani yang bercocok tanam hortikulura organik, yang mempunyai nilai tambah tinggi, seperti: lombok merah, tomat, dan kacang panjang, di sekitar 50 hektar sawah.”Syukur Alhamdulillah, respon warga kota terhadap kegiatan Agro-wisata, yang pertama di Indonesia dengan melibatkan 570 keluarga tani, sungguh luar biasa,” ungkap Samsul Arifin – Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya.

Urban Farming, merupakan respon terhadap aspirasi warga kota untuk: menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat terobosan untuk mengatasi masalah kemiskinan. “Untuk itu, Pemerintah Kota telah meng-anggarkan lebih Rp. 25 miliar untuk Program Urban Farming. Bahkan mulai tahun ini, juga telah dipersiapkan 64 mantri perikanan dan 20 mantri pertanian,” ujar Tri Rismaharini – Kepala Bappeko Surabaya.

“Untuk selanjutnya kita harus mulai memikirkan paska panen, agar harga tidak jatuh,” ingat Kresnayana Yahya minggu ini.

Gotong Royong, yang sudah mulai dilupakan dan dianggap sekedar wacana, ternyata bisa dihidupkan kembali di Surabaya. Kondisi ini juga mendapatkan respon positif dari dunia usaha. “Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro dan Kecil (UMK),” ujar Irawan D. Kadarman – Corporate Affairs Director PT. Carrefour Indonesia. (don@enciety.com)

--oo00oo--

Masukkan Komentar Anda