Urban Farming : Merubah Kampung Menjadi Kampus
Enciety.com - 10/11/2009 15:56
Kategori : Urban Farming.
Di Surabaya, gerakan urban farming yang dibangun berdasarkan ide dan inovasi warga kota, serta didukung pemerintah yang diharapkan memberikan kontribusi positif, seperti meningkatkan jumlah variasi makanan yang tersedia dan memungkinkan sayuran, buah-buahan segar diproduksi di kota.
Mengapa urban farming penting ?
Ada perubahan proporsi urban rural di Jawa, fakta menunjukkan 20 tahun yg lalu, Pulau Jawa ini 70% pedesaan 30% kota, sedangkan saat ini 60% kota dan 40% pedesaan. Percepatan pertumbuhan yang sangat luar biasa, sehingga konversi dari lahan pertanian ke non pertanian terlalu cepat. Dengan makin tumbuh dan bergesernya rural menjadi urban yang modern, tentu hal ini cukup “menganggu” bagi ketahanan pangan di masa depan.
Kesadaran akan kebutuhan udara yang bersih, kenyamanan dalam lingkungan hidup, makin membuat konsep urban farming ini diterima lebih cepat oleh warga kota.
Kesadaran akan kebutuhan udara yang bersih, kenyamanan dalam lingkungan hidup, makin membuat konsep urban farming ini diterima lebih cepat oleh warga kota. Bahkan dengan lahan yang sempit-pun kreatifitas warga kota tidak akan berkurang.
Kondisi ini didukung pula oleh program dan kebijakan pemerintah kota Surabaya, dengan cepat mengembalikan fungsi jalur hijau pada fungsi yang sebenarnya. Hingga saat ini RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Surabaya mencapai 20%. Tentunya pembangunan taman kota, makin difungsikannya kebun bibit, adanya gerakan green and clean dan surabaya berbunga akan makin mendorong pihak swasta dan warga kota berbenah.
Apa yang bisa kita lakukan ?
Urban farming, tidak memerlukan lahan yang luas. Banyak sekali buku atau panduan di internet tentang bercocok tanam. Apabila kita menyukai berkebun, bertaman, atau memanfaatkan lahan di rumah dengan tanaman sayur, buah dan tanaman hias. Maka aktivitas yang bersifat rekreasi ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat. Komunitas ini akan makin banyak dan saling berbagi.
Bagi peneliti, urban farming akan meningkatkan kreatifitas statistika pada proses design of experiment
Bagi peneliti, urban farming akan meningkatkan kreatifitas statistika pada proses design of experiment. Sehingga akan muncul RW-RW dengan inovasi tanaman unggulan yang cocok, cepat dan sehat untuk ditanam dan dibudidayakan di kota. Apalagi jika banyak pihak makin berani menjadikan “kampung” sebagai “kampus”, di mana gerakan urban farming lebih terukur, terarah, didukung dengan teknologi dan gotong royong.
Sehingga, di masa mendatang urban farming akan menjadi model rekreasi, ekonomi dan kewirausahaan, penelitian, kesehatan dan kesejahteraan serta pemulihan dan perbaikan lingkungan hidup. Urban farming juga akan menciptakan keindahan dan suasana asrinya “desa” dalam lingkungan kota yang modern. Mari bersama kita mulai. (unung@enciety.com)



Urban farming, konsep kembali ke alam dengan bungkus modern.
Wong yang namanya kampung ya tetap kampung masak orang kampung disuruh belajar aja. yang mending berkebun dari pada belajar kaya di kampus contohnya belajar linux yang bisa bikin ngelu. Gitu aja kok repot.
sebaiknya contoh Urban Farming yang telah berhasil dimasukkan datanya, dimana saja juga fotonya. supaya orang lebih tertarik.Selanjutnya orang akan meniru.
Kalau selama ini urban farming hanya pada pertanian dan perikanan bagaimana dengan peternakan contohnya saya sekarang beternak kelinci apa bisa mendapat perhatian dari pemkot
sngat tertarik, kami warga kota mataram ntb, sedang mencari dan mencari “guru”