Bisnis Ritel Pendorong Ekonomi Nasional
Enciety.com - 29/12/2009 08:52
Kategori : Focus.
Ritel360° – Industri ritel nasional yang menikmati pertumbuhan cepat selama sepuluh tahun terakhir, di tahun ini pertumbuhannya hanya satu digit. Namun optimisme 2010 tetap mengemuka, salah satunya indeks kepercayaan konsumen di semester II menunjukkan tren yang menggembirakan.
Kita telah memiliki perdagangan ritel yang sehat, memudahkan konsumen mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga dan kualitas yang bersaing, tingkat inflasi pun diperkirakan hanya mencapai 6 persen. Kondisi ini haruslah dijaga bersama, terutama kala Indonesia memasuki Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN–China (AC–AFTA).
Perdagangan ritel yang sehat juga telah meningkatkan kapasitas ekonomi lokal, terutama industri makanan dan minuman. Industri yang memiliki pemahaman selera lokal yang baik, tetap tumbuh dan berkembang di saat krisis sekalipun. Tidaklah mengherankan sesaat akan diberlakukannya AC–AFTA, industri ini hanya mengusulkan negosiasi satu dari 409 pos tarif.
Pola konsumsi bulanan ritel modern di kota–kota utama di Indonesia mempunyai tren yang sama, merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional
Pola konsumsi ritel kota–kota utama mempunyai tren yang sama, merupakan peluang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di Indonesia, industri ritel masih dapat berkembang ke kota kedua, ketiga, bahkan keempat di tiap kabupaten. Masuknya industri ini bisa meningkatkan akses pada kebutuhan harian, sekunder sampai jasa.
Bertambahnya ruang untuk properti komersial yang berkembang dampai jangkauan 300 km dari ibukota propinsi di hampir seluruh Indonesia. Di Jawa memang ada pengecualian, hampir di tiap 3–5 km mulai ada toko ritel bahkan dalam perkampungan kurang dari 500 m pun sudah bertebaran toko aneka kebutuhan harian.
Toko, warung, dan bahkan kios di pasar semakin banyak yang ikut dalam pola jaringan distribusi modern. Saluran distribusi ini dituntut makin efektif dan efisien, karena mereka faktor kunci dalam meningkatkan penetrasi pasar. Khususnya untuk produk kebutuhan sehari hari yang tergolong fast moving consumer goods.
Produk makanan dan minuman, serta toileteries termasuk produk yang sangat dominan dan memberikan keuntungan yang cukup di industri ritel. Demikian juga bisnis pulsa dan aksesories handphone yang masih menjasi andalan serta penjualan elpiji yang tahun ini sudah merupakan kebutuhan masyarakat.
Prospek 2010 menjadikan industri ritel makin menjadi andalan menggerakkan aktivitas daerah.
Agresivitas perluasan lokasi dan muatan ritel tampak makin mendorong perbaikan distribusi barang dan jasa di Indonesia. Stabilitas pasokan barang dan pembangunan infrastruktur yang memotong biaya transportasi akan menjadikan bisnis ritel makin tumbuh dan berkembang dengan pola yang makin modern. Bisnis dalam jaringan akan menjadi pilihan masa depan.
Prospek 2010 menjadikan industri ritel makin menjadi andalan menggerakkan aktivitas daerah. Terutama dengan lonjakan konsumsi yang terkait peningkatan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta berbagai aktivitas terkait galian dan pertambangan.
Permintaan dunia yang meningkat akan mengembangkan kapasitas industri dan ikut mendorong ekspansi pasar lokal. Stabilitas Rupiah dan prediksi membanjirnya Dollar ikut menggerakkan industri ritel. Dengan dukungan konsistensi regulasi maka pertumbuhan ekonomi nasional akan terjaga seiring dengan laju inflasi yang terkendali di 2010. (don@enciety.com)
*Kresnayana Yahya – Chairperson enciety Business Consult
Dimuat di : Ritel360° – KOMPAS – 29 Desember 2009

