enciety Log

Prospek Pegadaian di Tahun 2010 serta Evaluasinya di 2009

Enciety Business Consult
Enciety Business Consult

Pegadaian adalah model lembaga keuangan yang bisa “mudah menukarkan barang agunan dengan pinjaman”. Produk ini makin lama, makin bisa diakses kalangan paling bawah dan paling tinggi. Di perkotaan orang menggadaikan mobil. Di pedesaan, untuk keperluan dan kepentingan cepat sesaat, menggadaikan sesuatu yg sudah diinvestasikan.

Masyarakat yang punya budaya menginvestasikan emas adalah masyarakat yg cerdas. Dengan investasi tersebut mereka punya akses ke pegadaian. Apa yang mereka investasikan sewaktu-waktu bisa untuk modal usaha atau pengembangan aktivitas ekonomi. Demikian pengantar Bapak Drs Kresnayana Yahya MSc, chairperson Enciety Business Consult dalam Dialog Prospektif Bisnis di Suara Surabaya yang dipandu oleh mbak Restu Indah, penyiar Suara Surabaya.

Masyarakat yang punya budaya menginvestasikan emas adalah masyarakat yg cerdas.

Dalam dialog prospektif bisnis, 11 Desember 2009 ini Pak Kresna juga menambahkan bahwa budaya gadai ini di negara lain tidak banyak. Mulai dari barang berharga seperti sewek (jarik), barang elektronik otomotif hingga emas.

Emas ini berharga tinggi dan bernilai tinggi, di mana pegadaian memberikan nilai hingga 85%. Kebutuhan uang cash dalam waktu cepat dan pendek makin tinggi. Lembaga keuangan seperti ini musti kita promote. Pegadaian saat ini merupakan model lembaga keuangan yang sangat bagus.

Pegadaian Surabaya, ada peningkatan nasabah sekitar 15% dari tahun ke tahun, peningkatan 20 -25 % sales omset. Kinerja 2009 cukup bagus, pada bulan November Surabaya sudah mencapai 5,4 Trilyun, di mana target 6.5 Trilyun. Pegadaian juga menolong masyarakat secara riil. Di mana masyarakat yang tidak punya kesempurnaan untuk kredit ke bank, tidak punya agunan yang layak dinilai, ada alternatif. ini pertolongan cepat dalam menyelesaikan pengembangan bisnis dalam level masyarakat biasa.

Produk utama pegadaian adalah jasa gadai, ada kreasi – kredit angsuran sistem fidusia untuk pengusaha mikro, krista – kredit usaha ibu rumah tangga. Masyarakat yangg tidak bisa akses ke bank bisa dilayani. Sampai sekarang jasa gadai masih menjadi primadona. Namun sudah ada peningkatan kredit model fidusia. Ungkap Bapak Ade Harsono, kanwil manajer operasional perum pegadaian surabaya, menjawab pertanyaan mbak Restu tentang jenis layanan yang diberikan seiring dengan adanya peningkatan nasabah.

Target 2010 akan dicapai dengan membuka tambahan 50 outlet baru di Jatim, sehingga outlet tidak hanya berada di kecamatan namun juga terdapat di seluruh pasar tradisional di Jawa Timur.

Sumber keuangan/ pendanaan pegadaian saat ini juga tidak memiliki masalah, jelas pak Ade Harsono. Sumber keuangan untuk tahun 2009 diperoleh dari pusat, dana penyertaan pemerintah, dana pinjaman dari lembaga dan penerbitan obligasi. Tahun 2009 pegadaian Surabaya ditarget 6,5 Trilyun. Dengan pencapaian bulan Nopember sudah mencapai 5,4 Trilyun dan bulan Desember bulan potensi, maka Surabaya optimis akan mencapai target itu.

Target untuk 2010 adalah 7,5 T. Target tersebut akan dicapai dengan membuka tambahan 50 outlet baru di Jatim, sehingga outlet tidak hanya berada di kecamatan namun juga terdapat di seluruh pasar tradisional di Jawa Timur. Saat ini jumlah outlet pegadaian di Jawa Timur mencapai 338 Outlet.

Antisipasi terkait kompetisi di lembaga keuangan asing, maka pegadaian Surabaya membuka layanan baru seperti Krista yang disalurkan pada ibu-ibu pedagang di pasar tradisional dengan cara berkelompok 5-10 pedagang, dengan bunga 1%, ada tanggung jawab renteng. Jaminan adalah barang dagangan dengan ansuran bulanan. Khusus di Surabaya, pegadaian ada di pasar pucang, pasar tambak rejo dan pasar dukuh Kupang. Penjelasan bapak Ade Harsono menjawab pertanyaan dari Bapak Gianto Gading, pendengar Suara Surabaya.

Selain pegadaian memiliki juru taksir atas barang yang dijual, kemudahan dan kecepatan dalam pencairan juga perlu pentingnya pemahaman masyarakat tentang pegadaian. Bagaimana membuat masyarakat mengerti gadai secara benar, punya sesuatu untuk diinvestasikan. Kalau masyarakat punya barang berharga, maka bisa investasi sehingga budaya konsumtif dapat dikurangi. Masyarakat yang punya budaya nabung emas, didorong menggunakannya untuk investasi. Ini memberikan semacam dorongan di mana pattern hidup kalau mau berusaha ada investasi yang konstruktif dan produktif.

Bagaimana membuat masyarakat mengerti gadai secara benar, punya sesuatu untuk diinvestasikan. Kalau masyarakat punya barang berharga, maka bisa investasi sehingga budaya konsumtif dapat dikurangi.

Pegadaian surabaya juga sudah menyentuh middle class, misalnya nasabah di Wiyung Surabaya, yang menjaminkan emas 6 KG, di mana pegadaian tetap memberikan waktu pencairan yang cepat, hanya 15 menit. Saving emas yang menguntungkan sekali.

Dengan kredit kreasi, pengusaha yang memiliki mobil juga tidak perlu mobilnya yang dimasukkan, cukup BPKB. Namun hingga saat ini pegadaian belum menerima sertifikat tanah. Kecuali ada program CSR / program kemitraan pinjaman lunak dengan kuota terbatas.

Lembaga fidusia prinsipnya kepemilikan barang berharga dan soal jangka waktu. Dengan waktu cepat dan singkat akan terjadi pengembangan usaha. Dalam jangka panjang, barang berharga bisa disertifikasikan, hal ini mungkin akan terjadi.

Sistem ini musti berkembang. Pinjam uang itu bukan haram. Di mana peminjam punya sesuatu, dititipkan, dibiayai dimuka, nanti ada perjanjian dikembalikan. Misalnya pompa air, saat kering dimanfaatkan, pompanya bisa “disekolahkan”, bisa buat beli pupuk, jadi waktu panen, bisa ditarik kembali sebagai modal kerja. Sehingga masyarakat yang belum punya akses ke bank, punya akses ke pegadaian. Jelas Bapak Kresnayana Yahya menambahkan dari pertanyaan Mbak Restu Indah dan pendengar.

Sebagai penutup dialog Prospektif Bisnis ini, Bapak Kresnayana Yahya mengatakan bahwa paling tidak dalam 10 tahun terakhir, dari sales dibawah 1 T, sekarang sudah mencapai 6,5 T diharapkan tahun depan di atas 7 Trilyun memberi gambaran ada outlet baru di lembaga keuangan.

Kedua, kalau masyarakat tahu ada lembaga pegadaian, perilaku mustinya berubah, mulai berinvestasi barang berharga, misalnya emas, elektronik atau hal yang bisa dinilai dengan harga. Masyarakat harus makin tertib, punya sertifikat, punya ijin usaha, pembelian emas legal. Sehingga masyarakat tidak terjebak ke renternir, gadai ilegal.

Masyarakat makin sadar ada solusi ditengah kesulitan, apalagi solusi jangka pendek. Kita berharap tim penilai / penaksir makin lama makin profesional. Makin adaptif dengan kebutuhan pelanggan. Bagaimana menurut Anda ? (unung@enciety.com)

--oo00oo--

Masukkan Komentar Anda