enciety Log

Satu Tekad Tanpa Suap

Kresnayana Yahya
Kresnayana Yahya
Mengapa suap merusak martabat dan harga diri ? Mengapa suap akan dan terus merusak nilai dan peran manusia dalam kehidupan.

Manusia kehilangan harga diri dan nilai kehidupannya karena telah melanggar dan tidak menepati kodrat dan panggilannya sebagai manusia.

Kehidupan social terganggu karena distorsi dan kecurangan yang ditimbulkan karena nafsu dan keinginan yang melebihi kewenangan dirinya dalam tatanan kesepakatan sosial ( melalui undang –undang, kesepakatan etis dan cultural ).

Secara statistik sepertiga lebih perputaran uang terdistorsi kearah penumpukan pada kelompok dan orang yang sebenarnya tidak berhak, dan berakibat pemiskinan dan perusakan alam dan tata kehidupan sosial.

Suap merusak keadilan dan keseimbangan peran antar manusia, tanpa suap pun sudah dan akan makin terjadi ketimpangan dan distorsi peran, apalagi suap dijadikan kekuatan untuk menang, mengalahkan fihak lain dan terutama fihak yang lemah.. Bisnis , Politik, perebutan peran dalam masyarakat sudah tanpa keadilan sosial.

Manusia kehilangan harga diri dan nilai kehidupannya karena telah melanggar dan tidak menepati kodrat dan panggilannya sebagai manusia.

Layanan public yang dikerjakan oleh siapapun makin bersifat transaksional mulai dari pembuatan kebijakan sampai implementasi pengadaan distribusi dan layanannya. Karena itu pengawasan dan kemampuan untuk menjaga dan mengatur dan mengendalikannya harus makin berpihak pada keadilan dan berwatak demokratis. Penyalah gunaan wewenang, penyalah guinaan kuasa dan penyalah artian kewenangan telah menimpa mereka yang tersisih, mereka yang tak bersuara dan mereka yang tak kuasa menahan tekanan. Ketidak adilan sangat merusak citra dan nilai manusia dalam kehidupan.

Suap politik, suap bisnis, suap social dan makin banyak suap gaya hidup terjadi dilingkungan kita. Kebiasaan yang ditimbulkan dan kerancuan bertindak akibat otak dan pemikiran yang korup telah menjadikan manusia bak binatang dan serigala yang memangsa yang lemah untuk kesenangan sefihak saja.

Mereka yang berpendidikan tinggi, mereka yang punya kesempatan besar, mereka yang bermodal besar seringkali melakukan tindakan tidak berkeadilan karena tidak melihat, mendengar dan tidak punya hati pada mereka yang tidak berkesempatan dan yang tersisih.

Bisnis Berkeadilan

Setiap perbuatan dan upaya mendapatkan manfaat dari hasil kerja akan berupa bisnis yang menimbulkan peran , kuasa dan layanan yang seharusnya berpihak dan berwajah demokratis. Kekuatan keweangan mengatur dan kekuatan mengalokasikan dana untuk masyarakat ( yang berasal murni dari rakyat) seringkali dipergunakan dan diperlakukan sebagai kekuatan untuk memperkaya diri pihak pengatur dan pengendali kebijakan. Untuk mendapatkan bagian dari layanan bisnis ini terjadilah ketimpangan informasi dan menimbulkan ketimpangan bersikap dan bertindak.

Makin banyaknya hubungan kedekatan , hubungan sosial karena profesi, karena kesamaan cultural dan arena kesamaan kepentingan ( dan politik) telah menodai layanan masyarakat dalam dunia bisnis. Ketimpangan dan ketidak adilan dilakukan seperti itu menjadi hak kaum elite dan kaum yang merasa berhak.

Kebiasaan dan kekacauan berpikir dan salah anggapan tentang wewenang telah menjadikan Negara ini rusak karena segelintir orang yang di elukan sebagai permimpin tidak bertindak adil, wajar dan berpihak pada kepentingan public.

Suap telah merusak tatanan harmoni social, budaya dan kekerabatan. Suap mencederai kesepakatan manusia untuk tidak merusak alam, harga diri manusia dan kenacuran nilai dan citra kelembagaan.

Suap telah merusak tatanan harmoni sosial, budaya dan kekerabatan. Suap mencederai kesepakatan manusia untuk tidak merusak alam, harga diri manusia dan kenacuran nilai dan citra kelembagaan.

Ada yang bertambah kaya karena kerja keras dan kerja cerdas yang layak dihargai dan dihormati, tetapi jauh lebih banyak menjadikan kekuasaan dan peran lebihnya untuk mencurangi pihak yang lemah dan tidak punya informasi melalui kolusi dan kekuatan suap.

Kewajaran untuk mendapatkan kesejahteraan terganggu karena sikap , tindakan dan keputusan yang tidak berkeadilan. Dalam dunia pemerintahan, dalam tatanan kelembagaan social dan bisnis semuanya berlaku kesepakatan untuk berbuat adil dan tidak menguntungkan diri sendiri.

Hukum formal dibuat untuk dapat ditekuk dan dikerjakan sesuai penafsiran sepihak . Yang buat hukum dan yang berwenang memberi interpretasi hukum seringkali tidak berpihak pada kewajaran dan rasa keadilan yang dipersepsi masyarakat.

Mentalitas, Karakter Harus Dibangun Tanpa Suap

Pendidikan , membangun nilai kehidupan demokratis, membangun sikap hidup berkeadilan akan menjadi tanggung jawab setiap manusia yang ingin berpartisipasi dalam kehidupan social yang wajar dan universal. Karakter harus di tumbuhkan.

Pendidikan dimulai dirumah, dilinghkungan dan komunitas terkecil sampai pada lembaga pendidikan dan lembaga komunikasi yang punya tugas wewenang menyiarkan dan menjadi pemandu penyebaran informasi. Baik itu lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, lembaga pelayanan dan lembaga pemandu keadilan..

Panggilan untuk hidup dalam kedamaian, hidup sejahtera berkeadilan dan hidup terhormat dimata Tuhan akan menjadikan manusia takut akan Tuhan dan taat pada perintahNya.

Sejahtera di dunia dan di surga menjadikan manusia punya pilihan lebih sulit tetapi aman dan terhormat.

Mengapa harus menggadaikan harga diri dan kehormatan untuk kenikmatan sesaat yang mencederai kodrat sebagai manusia yang berbudaya dan berikhtiar menjadi makin sempurna dimata Tuhan.

Mari kita deklarasikan satu tekad tanpa suap, tanpa takut akan kesulitan menemukan cara hidup sejahtera berkeadilan.
___________________________
*) Oleh Kresnayana Yahya

--oo00oo--

Masukkan Komentar Anda