Peluang Ekonomi Lokal Berkembang
Enciety.com - 20/04/2010 09:06
Kategori : Focus.
Ritel 360° – Ritel modern tidak dapat dipungkiri mempunyai daya tarik bagi konsumennya, utamanya “muda” usia. Gejala global ini tidak dapat ditolak. Keberadaannya mampu memberikan alternatif akses berbelanja dan mendorong konsumen untuk mendapatkan harga yang terbaik. Dengan persepsi kualitas yang baik pula.
Hasrat berbelanja di ritel modern seharusnya dapat menjadi peluang ekonomi domestik berkembang, pemasok lokal mendapatkan alternatif.
Apakah industri ritel modern masih prospektif? Untuk menjawabnya, sebaiknya kita melihat fenomena masuknya investor–investor baru di pelaku ritel exsisting. Masuknya investor baru menunjukkan industri ritel di Indonesia masih mempunyai daya tarik dan bahkan jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Keuntungan dan peluangnya masih besar.
Pemulihan ekonomi Indonesia berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan. Dengan pertumbuhan ekonomi antara 6 sampai dengan 6,5 persen, pasar ritel Indonesia pasti menjadi incaran banyak pihak. Peluang ini seharusnya dapat dimanfaatkan, apalagi konsumsi domestik masih merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia, sekitar 65 persen.
Dengan perdagangan ritel yang sehat akan memberi ruang akses dan nilai tambah yang lebih baik bagi para petani, peternak, dan nelayan.
Untuk itulah, Indonesia membutuhkan perekonomian yang lebih sehat, terutama perdagangan ritel. Dengan perdagangan ritel yang sehat akan memberi ruang akses dan nilai tambah yang lebih baik bagi para petani, peternak, dan nelayan. Inilah manfaat kehadiran ritel modern bagi pengembangan ekonomi lokal. Hanya saja dibutuhkan multi stakeholders approach, jika Usaha Mikro dan Kecil (UMK) juga diharapkan dapat menjadi pemasoknya.
Mengapa demikian? Konsumen kita merupakan konsumen yang cerdas, sehingga cenderung untuk membeli barang dan jasa yang dipresepsikan mempunyai kualitas baik dan dengan harga yang terjangkau. Sulit rasanya kita menemukan konsumen yang sengaja membeli barang dan jasa dikarenakan keberpihakannya pada UMK.
Di saat perdagangan ritel diproyeksikan meningkat dalam volume maupun jumlah gerainya, pemasok UMK juga diharapkan mendapatkan manfaat. Tak ada alasan untuk tidak optimistis, hanya dibutuhkan perubahan orientasi bisnis, tidak sekedar mengedepankan harga murah semata. Pemahaman terhadap kebutuhan, keinginan bahkan harapan konsumen mutlak dibutuhkan.
Untuk itulah, dibutuhkan keberpihakan dari banyak pihak. Tidak hanya ritel modern saja yang dituntut untuk peduli, dengan memberikan akses untuk pemasaran maupun distribusinya. Bahkan yang terpenting ialah perubahan orientasi pembinaan pemerintah. UMK tidak sekedar membutuhkan modal dan pelatihan, mereka memerlukan pengakuan terhadap aset yang dimiliki untuk dapat bermartabat.
Perubahan orientasi juga terkait dengan pasar ekspor yang memang terlihat seksi. Seringkali UMK didorong untuk memasuki pasar ekspor. Memang ada yang berhasil, namun resikonya terlalu besar untuk ditanggungnya. UMK seharusnya diinkubasi untuk berperan lebih dalam ekonomi domestik, sementara usaha menengah dan besar yang seharusnya melakukan ekspor.
Transformasi bisnis untuk pembinaan UMK mutlak dilakukan
Dalam perdagangan yang tumbuh dan berkembang menimbulkan peluang untuk ekonomi domestik. Transformasi bisnis untuk pembinaan UMK mutlak dilakukan. Demikian juga pendekatan yang dilakukan pelaku UMK. Pembenahan tampilan atau atribut memang perlu, namun benefit yang ditawarkan lebih penting. Demikian juga revitalisasi organisasi bisnisnya.
Dengan kecenderungan perdagangan yang semakin bebas dan dinamis, bukanlah saat yang tepat untuk berharap hadirnya peraturan baru yang sulit untuk diimplementasikan. Yang lebih dibutuhkan komitmen dari multi stakeholders, termasuk pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung perdagangan ritel yang sehat. Pilihannya ada di tangan Anda, beranikah mengambil peluang yang terbuka ini.
(don@enciety.com)
*) Don Rozano – General Manager enciety Business Consult
Dimuat di : Kolom Ritel 360° – KOMPAS – 20 April 2010

