Sosialisasi Sensus Penduduk 2010
Enciety.com - 20/04/2010 12:21
Kategori : Topic Of The Week.
Pertama, ada yang musti kita ketahui bahwa pada tiap tahun berakhiran nol diadakan sensus penduduk di dunia, tiap tahun berakhiran lima ada SUPAS (Survey penduduk antar sensus). Kedua, mengapa data kependudukan begitu penting. Semua proses perencanaan di dunia usaha, bisnis dan pemerintahan menggunakan data kependudukan. Demikian pula marketing planner, pendidikan, transportasi semuanya mengutamakan data dasar kependudukan.
Data kependudukan memuat struktur penduduk, angka kelahiran, angka kematian, pertumbuhan penduduk pada semua area dari nasional hingga kecamatan. Perbaikan data kependudukan diperlukan agar tidak kehilangan jejak, terutama untuk pengambilan keputusan. Untuk itu BPS akan mengadakan Sensus Penduduk (SP 2010) mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2010. Dihimbau dukungan penuh masyarakat untuk memberikan jawaban yang benar dan jujur. Demikian sari pembuka dari Drs. Kresnayana Yahya, MSc, dalam dialog prospektif bisnis enciety business consult di radio Suara Surabaya, 9 April 2010 yang dipandu oleh penyiar Radio Suara Surabaya.
Semua proses perencanaan di dunia usaha, bisnis dan pemerintahan menggunakan data kependudukan.
Bagi masyarakat, data kependudukan menjadi penting karena tercatat. Ada perbedaan antara data kependudukan untuk administrasi yang merupakan registrasi kependudukan dari RT/RW hingga kecamatan. Sedangkan Sensus Penduduk merekam potret kegiatan masyarakat yang hasilnya digunakan untuk kebijakan kesehatan, pendidikan dan program kebijakan lainnya. Sehingga partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan, demikian Kresnayana Yahya menambahkan.
Sensus Penduduk merupakan kegiatan pengumpulan data penduduk di seluruh indonesia, baik WNI maupun WNA, kecuali keduataan besar. Kegiatan ini mengacu pada UU no 16 tahun 1997 tentang statitsik, di mana BPS sebagai lembaga pemerintah non pemerintahan yang menyelenggarakan statistik dasar. Pengumpulan data BPS dilakukan melalui sensus, survey, kombinasi dan cara lain. Tiap sepuluh tahun ada berbagai sensus. Sensus pertanian dilakukan pada tahun berakhir angka 3, Sensus Ekonomi pada tahun berakhir angka 6 dan pada tahun berakhir angka 0 akan mendata semua penduduk Indonesia melalui Sensus Penduduk, di mana tiap penduduk akan dihitung hanya sekali dalam 10 tahun. Ulas Irlan Indrocahyo, SE, MSi, Kepala BPS Jawa Timur, tentang kegiatan Sensus Penduduk 2010.
Sensus Penduduk mengumpulkan berbagai karakteristik penduduk, menurut gender, agama, pendidikan, kesehatan, buta huruf dan perumahan.
Sensus Penduduk mengumpulkan berbagai karakteristik penduduk, menurut gender, agama, pendidikan, kesehatan, buta huruf dan perumahan. Pada SP 2010 ada 41 pertanyaaan, pertanyaaan yang lebih komprehensif dibandingkan SP sebelumnya. Ada hal penting yang ingin diketahui, pertama membangun data terkini, tentang profil kependudukan yang diperlukan untuk kerangka pembangunan di daerah. Bagi penduduk, hasil SP bisa digunakan untuk perencanaan. Perencanaan ekonomi dan sosial sangat terkait dengan jumlah penduduk.
Kedua, disamping data karakteristik penduduk, SP 2010 juga akan mendapatkan database kependudukan sebagai bahan survey lanjutan. Ketiga, data kependudukan ini dapat digunakan untuk menilai keberhasilan MDG di Indonesia, maupun di Jawa Timur. Keempat, data kependudukan ini menunjang program depdagri dalam siak. Siak bicara administrasi kependudukan, BPS dengan SP bicara statistik kependudukan. Sebagaimana dijelaskan Irlan Indrocahyo, tentang manfaat Sensus Penduduk.
Kenapa Sensus Penduduk tiap 10 tahun sekali ? Pertama, amanat UU no 16 Tahun 1997 yang merupakan pembaharuan UU 6 tahun 1960 tentang Sensus. Kedua, Tentunya karena kegiatan ini mendata seluruh penduduk, termasuk yang ada di luar negeri, maka membutuhkan dana dan tenaga yang sangat besar. Proses pengolahan data juga perlu waktu relatif agak panjang. Namun, BPS juga punya survey lain yang mendukung.
Dalam pengumpulan data tiap instansi berbeda, terutama tentang konsep dan definisi. Konsep dan definisi SP mengikuti definisi dunia, yaitu seseorang yang tinggal di Jawa Timur sekurangnya 6 bulan. Hal ini lain dengan konteks pilkada. Di mana konsep BPS ditambah plus KTP. Namun dengan SP 2010 data ini dapat dipakai sebagai informasi tambahan tentang SIN dan kesehatan. Untuk kesehatan, data SP 2010 digunakan sebagai dasar pengambilan sampel untuk penelitian tentang penyakit. Jadi memang mengapa data SP ini tidak langsung dipakai, dan instansi lain melakukan survey lain, karena data SP dipakai sebagai basis data. Penjelasan Irlan Indrocahyo menjawab pertanyaan pendengar tentang hubungan SP dengan survey yang dilakukan instansi lain.
BPS akan mengadakan Sensus Penduduk mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2010
Dalam SP 2010 petugas BPS menggunakan mitra. Mitra ini mengenal lingkungan. Sebelum terjun ke lapangan ada pelatihan bagaimana mengisi kuesioner. Tiap petugas memiliki atribut, membawa peta blok sensus, surat tugas dan baju khusus. Dalam pengumpulan data SP 2010 ini, BPS tidak memungut biaya apapun. Semua pengumpulan data tidak terkait dengan pajak.
BPS menginginkan data ini menggambarkan konsep lapangan. Petugas di lapangan merupakan panglima, panglimanya kejujuran. Sehingga BPS minta jaminan kepada petugas. Bahwa petugas bersedia melaksankana SP 2010 dengan jujur. Pengawasan juga dilakukan, tiap 3 petugas ada kortim.Di atas kortim ada korlab – korlab diawasi kabupaten – korlab kabupaten diawasi provinsi — provinsi diawasi nasional. Sebagaimana diungkapkan Irlan Indrocahyo menjawab pertanyaan pendengar tentang pelaksanaan SP 2010.
Data kependudukan bukan hanya dibutuhkan pemerintah tapi juga dunia bisnis. Relatif ini telah menjadi kekuatan. Mulai tahun 1950 sudah mulai, tahun 1961, 1971. Sebagai orang statistik kita bisa melihat manfaatnya. Yang menjadi titik lemah daerah remote, di mana tidak ada akses jalan dan persoalan perbatasan hendaknya disolusikan. Juga bagaimana teknologi pendataan kita mampu memanfaatkan teknologi dengan baik. Bagaimana perencanaan mampu merujuk data dasar kependudukan, merupakan hal penting, sehingga antisipasi terhadap kejadian di lapangan menjadi sangat penting. Keberhasilan SP 2010 ini dinantikan melalui pelaksanaan yang jujur serta dukungan masyarakat dalam menjawab dengan benar dan jujur. Demikian harapan Kresnayana Yahya, chairperson enciety Business Consult, menutup dialog prospektif bisnis, jumat pagi. (unung@enciety.com)
Disarikan dari Diskusi Prospektif Bisnis Enciety di Radio Suara Surabaya FM 100, 9 April 2010

