enciety Log

Mendorong Ekonomi Lokal Lebih Cepat

Ritel 360° – Peranan ekonomi lokal kian mengemuka. Perputarannya yang menyebabkan Indonesia lolos dalam krisis ekonomi dan bahkan menjadikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi peringkat ketiga tertinggi. Tidak mengherankan banyak pihak yang makin mengakui keberadaan peranan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kecenderungan peningkatan gairah belanja di Ritel Modern makin luar biasa jika didukung penawaran khusus dan promosi istimewa

UMKM mampu menjadi pendorong perekonomian nasional, karena bisnis ini mudah dimasuki dan dengan modal yang tidak besar. Hampir dalam setiap pameran UMKM, termasuk yang sering digelar belakangan ini, selalu saja muncul UMKM baru dengan produk berkualitas. Di sisi lain, semaraknya pameran UMKM itu juga menunjukkan betapa tingginya persaingan yang ada.

Selain persaingan, ada pula hambatan klasik yang dihadapi UMKM dan sering kurang diantisipasi karena minimnya pengetahuan dan pengalamannya. Misalnya, soal bahan baku. Banyak UMKM yang mempunyai produk baik namun kesulitan memenuhi order dalam skala besar, lantaran tak mampu mendapatkan bahan baku secara pasti. Ada sejumlah UMKM yang mensolusikan dengan berhimpun membentuk komunitas atau paguyuban untuk tingkatkan daya tawar.

Di samping harga bahan baku yang stabil pun sering tak didapat, antar–UMKM sejenis ini pun bersaing sering bersaing di area tradisional. Karena itu, diperlukan keberpihakan berbagai pihak untuk membina dan meningkatkan kapasitas UMKM. Salah satunya dengan membuka akses ke ritel modern, melalui keikutsertaan dalam bazar maupun permanen.

Untuk itu, inisiatif dari salah satu ritel modern dalam meningkatkan kapasitas pemasok lokalnya mungkin bisa dijadikan referensi. Dari sekitar 70 persen dari total 4.000 pemasok atau sekitar 2.800 pemasok, berasal dari UKM. Kebanyakan memasok grocery, bahan makanan segar, peralatan rumah tangga, dan bahan tekstil. Sementara untuk yang mikro disiapkan Bazar.

Kebanyakan pemasok UMKM kemampuan distribusi dan produksinya terbatas. Karena itu, aspek lokalitas pun menjadi pertimbangan. Dalam penjaringan pemasok, digunakan sistem dua arah. Pertama, peritel modern menjemput bola ke produsen. Kedua, produsen mengajukan proposal untuk memasukkan barang. Kesesuaian dengan karakter ritel modern harus menjadi pertimbangan.

Bagi UMKM, selain memasarkan secara konvensional, memanfaatkan ritel modern untuk meningkatkan kapasitas usahanya layak menjadi pilihan. Dengan meyelaraskan karakter kemasan, bentuk, dan produksi. The Nielsen Company mencatat spending retail pada kuartal I-2010 meningkat 8 persen ketimbang kuartal yang sama pada 2009 menjadi Rp9 triliun.

Surabaya Shopping Festival (SSF) merupakan contoh mendorong upaya ekonomi lokal secara bermartabat. Bukan hanya penyelenggaraan dan promosinya, nilai transaksinya pun semakin besar. Dan berarti kapasitas ekonomi domestik meningkat, bukan hanya pedagang di 18 shopping mall, namun juga UMKM yang menjadi pemasok, serta menguntungkan pedagang makanan dan minuman.

SSF membuktikan coopetition (cooperation and competition). Bersama melakukan kolaborasi untuk menggairahkan pembelanja dengan aneka promosi dan hadiah serta dalam menyajikan harga terbaik (diskon). Jumlah transaksinya setiap tahun meningkat. Walaupun SSF diselenggarakan di bulan yang bukan merupakan bulan favorit untuk berbelanja.

Tidak berlebihan jika diharapkan secara bersama mampu mengemas event semacam ini. Seperti halnya di Singapura, semua toko dapat terlibat dalam event promo guna menggaet wisatawan khususnya yang gemar belanja. Gairah berbelanja ini dapat menjadi magnet di saat low season. Tren ini, membutuhkan keterlibatan dari kelompok media utama sebagai media partner, dengan didukung media lainnya. Untuk itu dibutuhkan kepedulian semua pihak dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal secara bermartabat.(don@enciety.com)

*) Don Rozano – General Manager enciety Business Consult

Dimuat di : Kolom Ritel 360° – KOMPAS – 27 Juli 2010

--oo00oo--

Satu komentar untuk “Mendorong Ekonomi Lokal Lebih Cepat”

  1. Yason Apaserai @ 10/10/2011 11:40

    saya senagn pemikirannya bapa, saya setuju karena membangun usaha2 mikro untuk masyarakat, telah menolong masyarakat atau rakyat dan bangsa, terlepas dan mampu membayar utang luar negeri. bangsa kita suatu saat bisa mandir, dan tidak bergantung pada dana bantuan luar negeri.

Masukkan Komentar Anda