Inspirasi Kresnayana Yahya : Kiat Menghadapi Globalisasi
Enciety.com - 27/08/2010 14:52
Kategori : Topic Of The Week.

Kresnayana Yahya
Menurut Kresnayana Yahya, ketahanan lokal ini dapat dicermati dari masih banyaknya ekspor bahan baku / bahan dasar. Perlu pengolahan satu tahap saja, yang diharapkan akan meningkatkan kapasitas industri dan meningkatkan added value dari sisi tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan luar negeri. Saat ini kita ekspor kopi, kakau dan barang tambang mentahan seperti butiran emas, nikel, mangan. Ada banyak potensi produk lokal, baik itu hasil pertanian dan pertambangan yang dijual tanpa ada sentuhan nilai tambah.
Meskipun kita paham bahwa ada persoalan serius dalam meningkatkan potensi lokal. Pertama, skala industri belum ekonomis. Kedua, belum ada investasi cukup untuk pengolahan dasar. Ketiga, belum tersedianya infrastruktur. Di sisi lain pasar global ini sudah terlanjur punya industri yang kuat, besar dan efesien. Misalnya kakau, negara yang tidak punya kebun, tapi punya kekuatan di knowledge-nya, memperoleh keuntungan. Industri kita menjadi susah bersaing padahal konsumen lokal kita juga besar. Pada titik ini sebetulnya, added value bisa dilakukan. Dengan memperkuat ketahanan lokal, kekuatan teknologi kita juga akan meningkat. Sehingga ini akan memberi aktivitas di dalam negeri lebih besar dan makin banyak mata rantai yang akan berpengaruh. Contoh lain soal rumput laut, seringkali dikatakan,”you can supply, how much you can produce”. Ini memberikan gambaran tentang banyak hal yang kita belum kuasai dan tidak diberi penjelasan. Padahal rumput laut ini jenis olahannya cukup banyak, menjadi produk makanan, kosmetik dan obat. Teknologi dan investasi kita belum cukup dan jikalau ada pabrik masih dalam skala kecil.
Apakah kita mampu membangun industri dalam skala besar? Saat ini kita belum punya BUMN dan BUMD unruk memperkuat pengolahan pangan. Kita belum memiliki perusahaan negara atau daerah yang mengolah bahan baku lokal sehingga menjadi kekuatan. Misalnya industri tepung dari ketela pohon atau umbi-umbian yang lain, industri bumbu dan sebagainya. Kalau itu semua digarap, ketahanan lokal kita akan luar biasa. Karena skala industri besar, maka negara musti terlibat. Hutan kita kalau dibangun program ketahanan pangan, kita bisa banyak menanam seperti empon-empon, ubi kayu. Kita mempertahankan hutannya, sekaligus humusnya bisa dipakai. Sesuatu yang dulu hanya dikelola swasta, sekarang ini negara perlu ikut mengelola. Pertumbuhan ketersediaan pangan lokal dibawah angka pertumbuhan penduduk, sepuluh tahun lagi akan serius. Masih banyak komoditi pangan kita impor seperti jagung, kedelai, gandum, bawang merah dan bawang putih.
Kebutuhan dunia pada energy, water resources dan food cukup tinggi. Khususnya pangan, diperlukan skala industri besar untuk memenuhinya. Skala industri makanan / pangan kecil memiliki potensi mati. Saatnya membangun ketahanan lokal dengan skala yang cocok. Misalnya, di Maluku dibangun pabrik sagu, Ambon industri pengalengan ikan, jadi ikan tidak diangkut saat masih mentah. Dengan kekuatan negara kepulauan ini, bisa dibangun industri yang memperkuat ketahanan lokal. Diharapkan skala industri ini menjadi efisien dengan pemanfaatan sumber daya lokal. Kita juga punya kesempatan mengembangkan kultur.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih belum berkualitas. Porsi lokal dalam ekonomi ini masih kurang. Kalau kita pakai telepon, 70 % lari ke luar, perbankan 30 – 40 % lari ke luar. Kita tidak melarang. Namun pertumbuhan ekonomi ini hendaknya diikuti pada tumbuhnya ekonomi di tingkat bawah. Informasi pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan penjalasan yang tuntas. Segala usaha harus ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan lokal. Perilaku kita yang import minded, juga ikut merusak. Di skala yang wajar, kita sebenarnya bisa makan pecel 8 ribu rupiah sudah enak dan lengkap gizinya, namun lebih memilih roti impor dengan kandungan gizi minim seharga 22 ribu rupiah. Harus dimulai dari keluarga, misalnya sejak kecil anak dididik untuk mencintai produk pangan lokal. Mengajak dan mengkonsumsi produk pangan lokal akan menjadi teladan dan menolong ketahanan lokal. Demikian harapan dan inspirasi Kresnayana Yahya, menutup dialog jumat pagi ini. (unung@enciety.com)
Disarikan dari : Dialog Inspirasi Kresnayana Yahya, 27 Agustus 2010, di Radio Suara Surabaya FM 100


terima kasih banyak atas inspirasinya,
moga sukses selalu.