enciety Log

Membangkitkan Optimisme Warga Kota

Dalam enam bulan terakhir, ada kecenderungan penurunan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Kota Surabaya. Angka Citizen Satisfaction Index (CSI) juga turun hingga mencapai angka 67, sebelumnya CSI Surabaya sempat menyentuh angka 74. Fakta bahwa IKK, IEK dan optimisme warga terhadap pelayanan publik menurun secara bersama-sama harus menjadi perhatian. Data Bank Indonesia dan enciety CSS ini memperlihatkan ada sesuatu yang membuat warga tidak optimis. Bagaimana bersama membangkitkan optimisme warga, dengan capaian yang sudah ada ini, mampu menggairahkan perekonomian kota Surabaya. Demikian sari pembuka Dialog Prospektif Bisnis Enciety Business Consult dari Ir. Don Rozano, MM, General Manager Enciety Business Consult di radio Suara Surabaya FM 100, 20 Agustus 2010 yang dipandu oleh Restu Indah.

Memperkuat Kemampuan Ekonomi Lokal untuk Tumbuh

Pesimisme warga kota ini harusnya dapat diatasi. Ada aktivitas yang mungkin memberikan dampak positif tetapi tidak diketahui oleh warga. Misalnya peresmian SSC yang harusnya bisa membuat sebuah optimisme baru. Namun sibuknya pembukaan dan kemacetan yang terjadi malah mengemuka. Kita musti menatap ke depan, hal ini karena 60 hingga 65 persen ekonomi kita didorong oleh konsumsi dalam negeri. Terlebih dengan menguatnya nilai rupiah, dapat menjadi masalah dalam eskpor kita. Keramaian toko pada saat masuknya bulan puasa juga belum tampak. Hal ini apakah karena ada saving atau diakibatkan warga tidak berani belanja. Tambah Ir Don Rozano, MM menjelaskan.

Data struktur usaha ekonomi kita menunjukkan bahwa 98,5 persen usaha di kota Surabaya tergolong kecil dan micro. Kelompok ini dikhawatirkan tidak sempat melakukan recovering dengan kondisi yang ada. Pekerjaan rumah bersama adalah menunjukkan bahwa Surabaya saat ini tidak dalam posisi terpuruk. Masih banyak potensi dan aktivitas yang mungkin belum dikomunikasikan dengan baik. Bukan kepastian siapa walikotanya yang menjadi perhatian, namun siapa walikota yang mampu memberikan guidance ke depan. Yang memiliki agenda dengan baik. Sehingga ada kegairahan baru di masyarakat. Ulas Ir Don Rozano, MM menjawab pertanyaan Restu Indah terkait fakta usaha ekonomi yang ada.

Drs Subagyo, Ahli ekonomi pembangunan mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan optimisme. Bukan hanya faktor lokal, namun juga nasional. Yang terpenting, kita harus tetap optimis. Turunnya IKK dan IEK dalam 6 bulan terakhir, musti dicari faktor penyebabnya. Inflasi juga turut mempengaruhi. Misalnya, inflasi bulan Juli yang harusnya sudah bergerak dari bahan pokok ke pendidikan, nyatanya kenaikan harga bahan pokok terus terjadi dan masuk ajaran baru. Sehingga orang datang ke toko kecil menjadi kurang karena ada saving dalam family expenditure.

Peningkatan Kemampuan Bersaing pada Usaha Kecil dan Mikro

Ir Tri Rismaharini, MT, ahli perencanaan pembangunan kota, menjelaskan bahwa usaha kecil dan mikro, yang mencapai 98,5 persen dari total usaha di Surabaya, menjadi hal utama untuk disiapkan. Disiapkan agar dapat survive dari tekanan ekonomi global, minimal untuk memenuhi kebutuhan Surabaya sendiri.
Untuk menangani hal ini tidaklah mudah. Butuh ketelatenan, fokus dan meluangkan waktu lebih banyak. Ada kebutuhan kerjasama dengan pihak swasta, untuk mengangkat usaha kecil dan mikro ini agar bisa berkembang dan lebih kuat, termasuk pada usaha pracangan, toko-toko kecil dan kampung unggulan yang ada.

Menurut Ir Tri Rismaharini, MT menjawab pertanyaan Restu Indah tentang perkembangan kampung unggulan, bahwa saat ini usaha yang ada masih belum memperhatikan kebutuhan ekspansi, masih menjalankan bisnis secara tradisional. Diperlukan bantuan pihak lain untuk mendorong agar usaha berkembang lebih luas dan dan tidak hanya terfokus pada dirinya.

Mempercepat Pengembangan Infrastruktur

Disamping memperhatikan usaha mikro dan kecil, usaha besar juga harus tetap bisa berkembang. Untuk menopang ini diperlukan percepatan pengembangan infrastruktur. Misalnya mewujudkan infrastruktur jalan seperti frontage road dan MERR. Selain infrastruktur jalan, air bersih juga harus terus diperhatikan. Permasalahan yang ada harus segera disolusikan oleh PDAM sehingga kebutuhan air di Surabaya Barat dan Timur dapat optimal. Untuk sistem drainase, Surabaya sudah pada posisi on the track. Dan hal ini membutuhkan ketelatenan, keberanian dan persiapan matang.

Unit usaha yang ada hendaknya dapat diakses melalui jalan utama. Perencanaan kota dibuat untuk bisa mengakomodir kegiatan dalam satu gedung dan diakses lebih mudah. Sehingga ada keyakinan kuat, Surabaya akan menjadi kota lebih murah. Tentunya perlu dorongan aktivitas yang kuat dalam 3 bulan ke depan. Sehingga siapapun yang akan memimpin, mustinya dapat dilakukan karena sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Dan ini membutuhkan energi besar. Kalau dilakukan dengan biasa, maka hasilnya akan biasa-biasa saja.

Pengembangan Pasar Tradisional dan Penataan PKL, serta Penguatan Ekonomi Lokal

Menurut Ir Don Rozano, MM, menjawab pertanyaan dari Iwan dan Sugiarto Gani, pendengar Suara Surabaya bahwa Surabaya perlu fokus pada pasar tradisional dan pengembangannya. Pasar tradisional dapat bersaing asalkan memiliki supply chain yang baik, yang dapat dilakukan melalui koperasi.

Usulan dan masukan pendengar SS lainnya adalah hendaknya ada kegiatan atau aktivitas ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja seperti konstruksi dan pembangunan pantai yang membangkitkan ekonomi masyarakat. Serta bagaimana memberdayakan penguatan ekonomi masyarakat lokal, sehingga kehadiran taman-taman baru dapat secara langsung menguatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Menjawab pertanyaan Restu Indah dan pendengar SS tentang hadirnya pusat bisnis baru, Ir Tri Rismaharini, MT menjelaskan bahwa ada mekanisme perijinan perdagangan yang dilakukan di pusat. Sehingga yang bisa dilakukan adalah bagaimana agar toko-toko tradisional bisa survive. Kalau dibiarkan bisa tidak bertahan, karena harus mengikuti pola pasar modern. Surabaya ini memiliki 80 minimarket dan 38 ribu toko tradisional. Kompetitifnya toko tradisional adalah dekat dengan pemukiman. Contohnya pernah ada kerjasama dengan toko besar keuntungan menjadi besar. Dengan kulakan bersama maka harga dapat bersaing. Teknik melayani pembeli yang baik akan menjadi kekuatan toko tradisional.

Memperkuat Kerjasama dengan Daerah Lain di sekitar Surabaya

Menurut Drs Subagyo, Surabaya dapat menjadi kota kondusif untuk investasi ekonomi melalui penataan sentra-sentra PKL. Hal ini juga terkait dengan masalah ketersediaan lahan. Ketika pemkot membangun kota dengan cukup bagus, masalah lain muncul. Peningkatan ekonomi dan fasilitas di Surabaya ini mengundang pendatang dari berbagai daerah. Jika tidak ditangani, walikota baru akan menghadapi masalah multi kompleks untuk pengembangan ke depan.

Komplesitas permasalahan yang ada membuat Surabaya harus bekerjasama dengan daerah lain, yang saling memberi dampak yang bagus. Kerjasama Surabaya Gempol misalnya, membuat Gempol makin berkembang. Termasuk kerjasama dengan Mojokerto dan Madura. Yang harus dipersiapkan pemda adalah bagaimana menangkap hal itu. Kesulitan menata PKL yang ada selama ini, karena ada demand, terutama PKL makanan. Tahun 2010 pemkot membangun 19 sentra PKL. Juga harus dipikirkan bagaimana masyarakat sekitar mendapatkan nilai dari adanya pasar di lingkungannya. Ulas Ir Tri Rismaharini, MT menjawab pertanyaan Budi, pendengar SS tentang pemberdayaan ekonomi lokal, mikro kecil dan menengah.

Edukasi Pengembangan Usaha PKL dan Kebutuhan Pasar

Diperlukan usaha untuk mengedukasi PKL dalam pengembangan usaha, kebersihan dan cara berusaha. Meski hal ini sangat melelahkan, namun harus dilakukan oleh pemerintah kota. Saat ini pasar tradisional sudah mulai dibangun. Di Rungkut, terkesan lambat, karena usulannya baru masuk pada pertengahan lalu. Sehingga tahun depan ada perencanaan untuk membangun pasar rakyat. Pagi untuk pasar tradisional dan sore malam untuk sentra PKL dan ini hanya untuk warga Rungkut. Tambah Ir Tri Rismaharini, MT terkait dengan keberadaan PKL dan minimnya pasar tradisional di beberapa kawasan.

Kebutuhan pasar juga memperhatikan jumlah dan kepadatan penduduk. Perlu pengembangan pasar di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara dan Selatan. Diharapkan pasar ini dekat dengan pemukiman, tidak terlalu jauh dan tidak harus beli mlijo (tukang sayur). Warga kota Surabaya yang selama ini sebagai mlijo tidak perlu khawatir karena mendapatkan akses untuk masuk pasar.

Setiap kawasan harus dikembangkan dengan produk lokal. Tidak ada diskriminasi, kawasan mana yang menjadi prioritas. Meski sebetulnya kalau dilihat potensinya Surabaya Utara belum mendapatkan akses dibandingkan kawasan lain. Namun melihat tumbuhnya pemukiman baru di Surabaya Timur dan Barat membuat tidak bisa hanya memprioritaskan kawasan tertentu. Karakter masing-masing area berbeda dan semuanya harus dikembangkan sesuai spesifikasi masing-masing. Sebagaimana dijelaskan Ir Tri Rismaharini, MT menjawab pertanyaan Restu Indah tentang kawasan Surabaya mana yang menjadi prioritas pengembangan.

Drs Subagyo menambahkan bahwa infrastruktur harus dapat diakses, spatial spreading juga harus diperhatikan. Agar tidak mengumpul di satu tempat. Bagaimana public utilities dibangun dan menumbuhkan kesan psikologis bahwa Surabaya ini menjadi nyaman dan murah. Sehingga IKK naik dan membuat ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan pendapatannya makin tinggi.

Surabaya ini harus makin maju dan kemajuan ini diikuti seiring dengan kemajuan yang dirasakan warganya. Optimisme harus tumbuh, ketika warga pesimis, karena yang memanfaatkan kemajuan ini bukan warga kota Surabaya. Harus ada pemimpin yang memberikan guidance ke mana arahnya. Sehingga bukan hanya ekonomi atas saja yang bergerak. Harus dibangkitkan energi lokal. Surabaya memiliki kemampuan. Manajemen supply chain usaha kecil dan pracangan harus dikelola. Hal ini belum disentuh siapapun. Dibutuhkan hubungan Surabaya dengan interland-nya. Kita harus punya inisiatif bersama. Tetap optimis dan warga Surabaya berhak mendapatkan quality of life lebih baik. Demikian harapan Ir Don Rozano MM, menutup dialog prospektif bisnis jumat pagi ini. Semoga Surabaya lebih baik. (unung@enciety.com)

Disarikan dari : Dialog prospektif bisnis Enciety di Radio Suara Surabaya FM 100, 20 Agustus 2010.

--oo00oo--

Satu komentar untuk “Membangkitkan Optimisme Warga Kota”

  1. Revis Halawa @ 26/11/2010 23:51

    apakah konsep yang kamu tawarkan untuk kemajuan warga negara?

Masukkan Komentar Anda