enciety Log

Membangun Value dan Mengejar Traffic

Ritel 360° – Ritel modern di Indonesia dimulai sejak 1970. Namun perkembangan yang luar biasa justru sepuluh tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi nasional yang cenderung positif menjadi faktor utama mendorong pesatnya industri ritel di Tanah Air. Potensi besarnya jumlah penduduk Indonesia juga tak dapat diabaikan. Faktor–faktor inilah yang membuat masuknya investasi baru dalam industri ini.

Industri ritel nasional masih tumbuh namun tidaklah secepat sebelumnya, dibutuhkan upaya berkesinambungan membangun value konsumen.

Bisnis ritel menuntut pergerakan yang sangat cepat. Produk–produk baru yang bermunculan harus segera dijual. Walaupun ukuran atau besaran volume bisnis sering menjadi penentu dalam memenangkan persaingan, tetapi kini hal itu bukanlah segalanya. Kegagalan “pemain” ritel besar dan bahkan raja ritel lokal dapat jadi acuan.

Saat peluncuran Retail Rules, Yongky Surya Susilo memberi gambaran kepada peritel bagaimana mengasah kemampuan membaca keinginan konsumen, kecepatan mengantisipasi perubahan atau dalam memberikan penawaran yang menarik. Di samping itu, ketepatan dalam operasional, hingga kreativitas dalam diferensiasi bisnis, bisa menjadi kunci sukses peritel. Sudah saatnya industri ini berani keluar dari keberhasilan sebelumnya.

Sampai saat ini, bisnis ritel modern masih identik dengan program–program diskon. Mereka merasa harus menerapkan program itu demi menggaet pelanggan dan memperbesar omzet meski harus tergerus marjinnya. Industri ritel merupakan bisnis yang bermain di marjin tipis. Sehingga, jika peritel hanya bermain diskon untuk menggaet pelanggan maka imbasnya margin yang diperoleh makin tipis. Sehingga seharusnya membangun value, bukan hanya diskon.

Membangun value atau nilai bisa terus dikembangkan oleh peritel dengan lebih memperhatikan aspek layanan ke pelanggan. Pengembangan value bisa melalui sistem delivery barang ke rumah–rumah pelanggan bagi yang berbelanja toko ritel. Atau bahkan pemesanan dapat pula dilakukan melalui telepon, terutama untuk barang–barang kebutuhan keluarga harian yang sudah dikenal kualitas dan ukuran serta harganya.

Value bisa juga dengan memberikan perhatian atau follow up bagi pelanggan yang telah membeli produk. Bisa dilakukan dengan cara mengontak kembali pelanggan, menanyakan produk yang telah dibelinya apakah sesuai harapan, memberikan informasi terkini yang relevan. Untuk itu dapat peritel memanfaatkan digital lifestyle yang berkembang luar biasa. Generasi Information Technology literate and adopters tumbuh signifikan.

Untuk men–deliver value, peritel sudah seharusnya membangun basis data pelanggan. Melalui penerbitan kartu “belanja” yang bukan lagi dipandang sebagai cost center melainkan profit center. Karena bukan saja sekedar dapat menangkap profil namun juga bisa menangkap kebiasaan berbelanja. Sehingga kecepatan pertumbuhan smart phone dan ipad dapat dimanfaatkan peritel yang cerdas.

Konsumen juga makin menginginkan informasi dengan cara interaksi, bukan searah. Serta sangat memperhatikan komentar dan saran dari ”anggota” komunitasnya. Dibutuhkan bukan sekedar teknologi namun juga inovasi dan kreativitas dalam melayani konsumen, termasuk menambahkan basis data yang relevan untuk menangkap keinginan konsumen. Inilah peluang yang tak berkesudahan.

Ritel tahun ini dipastikan mengalami pertumbuhan lebih baik dari 2009 namun belum sebaik 2008. Tahun depan dengan ditopang penambahan gerai–gerai, diperkirakan tumbuh 13–15 persen. Di samping membangun basis data, penambahan gerai tersebut bisa menjadi peluang bisnis. Seperti pemilihan lokasi toko yang tak jauh dari kasir hipermarket, karena memiliki traffic yang cukup tinggi.

Perlu diingat bahwa dalam konsep ritel, sering dikatakan faktor strategis adalah 3L, yaitu lokasi, lokasi, dan lokasi. Karena itu, pemilik toko harus pandai memilih lokasi yang bisa mendatangkan traffic sehingga impulse buying bisa terjadi. Untuk membangun value dan mengejar traffic dibutuhkan faktor kepemimpinan yang mampu menangkap dinamika pasar yang luar biasa. Karena melalui kepemimpinan diharapkan bisa membawa timnya untuk terus berubah, berbagi mimpi, membangun manusianya, atau menyatukan intuisi dengan teknologi. (don@enciety.com)

*) Don Rozano – General Manager enciety Business Consult

Dimuat di : Kolom Ritel 360° – KOMPAS – 9 November 2010

--oo00oo--

Masukkan Komentar Anda