<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Enciety Dot Com &#187; Urban Farming</title>
	<atom:link href="http://enciety.com/blog/category/urban-farming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enciety.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2011 03:35:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menanam Sayur Menjadi Bagian Aktivitas Warga Kota</title>
		<link>http://enciety.com/blog/2010/04/menanam-sayur-menjadi-bagian-aktivitas-warga-kota/</link>
		<comments>http://enciety.com/blog/2010/04/menanam-sayur-menjadi-bagian-aktivitas-warga-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 09:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enciety.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Keterbatasan lahan bukan halangan bagi warga kota Surabaya untuk aktivitas tanam sayur. Dengan lahan yang ada, bibit sayur dapat tumbuh subur dan menghasilkan. Pemanfaatan lahan ini memang secara ekonomis belum besar, karena hasil panen baru dinikmati oleh keluarga sendiri dan dibagikan kepada tetangga. Namun memilih aktivitas ini di Surabaya, tentu memberikan kenikmatan dan pengalaman sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keterbatasan lahan bukan halangan bagi warga kota Surabaya untuk aktivitas tanam sayur. Dengan lahan yang ada, bibit sayur dapat tumbuh subur dan menghasilkan. Pemanfaatan lahan ini memang secara ekonomis belum besar, karena hasil panen baru dinikmati oleh keluarga sendiri dan dibagikan kepada tetangga. Namun memilih aktivitas ini di Surabaya, tentu memberikan kenikmatan dan pengalaman sendiri bagi warga kota, selain sebagai pendukung nutrisi keluarga.</p>
<p>Seperti dilakukan oleh warga Asempayung, kelurahan Gebang, Surabaya Timur yang telah memanfaatkan lahan di depan rumah mereka untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Bibit yang diperoleh dari Dinas PKPPK (Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan) Kota Surabaya tersebut tampak tertata rapi di atas sebuah got kecil dengan media tanah <em>polybag</em>. </p>
<p>Seperti disajikan dalam Gambar 1.1. tampak daun-daun tanaman labu mulai tumbuh segar. Tanaman ini dikelola keluarga secara mandiri. Menurut informasi dari warga sekitar bahwa kegiatan ini memang dinikmati dan dianggap sebagai hobi yang perlu keseriusan. Kesulitan yang dialami warga, khususnya untuk tanaman labu, adalah perlunya media tanam yang langsung dengan tanah. Pengalaman sebelumnya, tanaman labu hanya berdaun lebat tetapi tidak dapat berbuah dengan media tanam ukuran 100 x 45 x 25 cm. Sehingga warga menggantinya dengan tanaman lain.</p>
<p><div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_nowrap" style="width:583px;"><img src="http://enciety.com/wp-content/uploads/2010/04/tanaman11.png" alt="Gambar 1.1. Tanaman Labu dan Jagung"><br style="clear:both" /><span>Gambar 1.1. Tanaman Labu dan Jagung</span></div></p>
<p>Selain tanaman labu, warga juga menanam terong, jagung, rosela, melon dan lainnya. Warga optimis dengan media tanah <em>polybag</em> ini tanaman jagung dan terong dapat tumbuh dengan baik, seperti disajikan dalam Gambar 1.2.</p>
<p><div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_nowrap" style="width:83pxpx;"><img src="http://enciety.com/wp-content/uploads/2010/04/tanaman12.png" alt="Gambar 1.2. Tanaman Jagung dan Terong" style="width:583px"><br style="clear:both" /><span>Gambar 1.2. Tanaman Jagung dan Terong</span></div></p>
<p>Nampaknya aktivitas warga kota ini akan makin banyak kita jumpai di kelurahan dan kecamatan lain di Surabaya. Apalagi dengan adanya dukungan program <em>urban farming</em> oleh pemerintah kota. Aktivitas rumah tangga ini memang belum sebesar kegiatan <em>urban farming</em> di wilayah lain. Seperti kegiatan <em>urban farming</em> di Kelurahan Made, kecamatan Sambikerep, Surabaya, yang sudah nampak nilai ekonomisnya dan mampu menjadi salah satu ikon wisata <em>urban farming</em> di Surabaya. Namun tentunya menggerakan rumah tangga untuk mampu terus memanfaatkan lahan mereka yang terbatas dengan kegiatan pertanian di kota diharapkan akan memberikan dampak yang lebih baik di masa mendatang.  (unung@enciety.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enciety.com/blog/2010/04/menanam-sayur-menjadi-bagian-aktivitas-warga-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kreatif Menghadapi Keterbatasan Tempat</title>
		<link>http://enciety.com/blog/2010/03/kreatif-menghadapi-keterbatasan-tempat/</link>
		<comments>http://enciety.com/blog/2010/03/kreatif-menghadapi-keterbatasan-tempat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 03:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enciety.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[
Orang desa tak perlu berfikir keras untuk menanam sayuran dan bahkan buah-buahan. Lahan mereka luas, kalaupun tak punya lahan, mereka bisa menananam sayuran di halaman mereka yang rata-rata luas. Namun tak demikian dengan orang kota. Lahan yang sempit membutuhkan kreatifitas tersendiri untuk menyiasatinya.
Ada banyak tujuan orang bertanam, ada yang ingin untuk menambal kebutuhan, dan ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lh5.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42tNFGXtVI/AAAAAAAAAdc/4i0_CBLI-mM/Image00013.jpg?imgmax=400" alt="Image00013.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Orang desa tak perlu berfikir keras untuk menanam sayuran dan bahkan buah-buahan. Lahan mereka luas, kalaupun tak punya lahan, mereka bisa menananam sayuran di halaman mereka yang rata-rata luas. Namun tak demikian dengan orang kota. Lahan yang sempit membutuhkan kreatifitas tersendiri untuk menyiasatinya.</p>
<p>Ada banyak tujuan orang bertanam, ada yang ingin untuk menambal kebutuhan, dan ada pula yang hanya untuk menyalurkan hoby saja. Bahkan kabarnya, sekarang banyak juga orang-orang kaya yang bertanam di atap mereka yang terbuat dari beton itu.</p>
<p>Yang saya jumpai kemarin adalah kreatifitas orang pinggiran. Mereka tutup got dengan papan, dan mereka taruh tanaman pada pot plastik diatasnya. Mereka bertanam bunga dan sayur. Kabarnya, berbagai benih yang diperlukan didapat dengan gratis di Dinas Pertanian.</p>
<p>Selain menggunakan pot plastik mereka menggunakan kaleng seadanya sebagai tempat menaruh media tanam.</p>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42tTeXg4yI/AAAAAAAAAdg/QKQKULnH9fk/Image00002_0001.jpg?imgmax=400" alt="Image00002.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Ada juga yang menggunakan papan yang diatasnya diberi tanah, dan diberinya pagar pengaman dari bambu.</p>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42tZ2a6MtI/AAAAAAAAAdk/hz9TA9_57xU/Image00003.jpg?imgmax=400" alt="Image00003.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42tgPuYPZI/AAAAAAAAAdo/qVaG22JCB38/Image00005.jpg?imgmax=400" alt="Image00005.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Ada yang menanam satu dua buah tanaman di depan rumah mereka yang teramat sempit.</p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42tltQW8gI/AAAAAAAAAds/JBTl4Xckk8Y/Image00012.jpg?imgmax=400" alt="Image00012.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Beberapa orang ada yang menggunakan pagar untuk menanam buah labu</p>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42trwoG06I/AAAAAAAAAdw/YGJXm_-uTSw/Image00006.jpg?imgmax=400" alt="Image00006.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Ternyata bukan hanya orang pinggiran saja yang memanfaatkan lahan sempit mereka. Saat berjalan-jalan tadi pagi saya menjumpai penghuni perumahan yang menanam buah naga di pagar rumahnya.</p>
<p><img src="http://lh4.ggpht.com/_xd7n_QghpVk/S42tw1P7GfI/AAAAAAAAAd0/DKUJxkV29j4/Image00007.jpg?imgmax=400" alt="Image00007.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Semangat orang-orang kota untuk bertanam ini patut kita apresiasi. Dan, mudah mudahan jadi inspirasi bagi orang desa yang halamannya luas namun belum diberdayakan dengan baik. (achedy)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enciety.com/blog/2010/03/kreatif-menghadapi-keterbatasan-tempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urban Farming : Merubah Kampung Menjadi Kampus</title>
		<link>http://enciety.com/blog/2009/11/urban-farming-merubah-kampung-menjadi-kampus/</link>
		<comments>http://enciety.com/blog/2009/11/urban-farming-merubah-kampung-menjadi-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enciety.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[   Urban farming merupakan aktivitas pertanian di dalam atau di sekitar kota yang melibatkan ketrampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya dan pengolahan makanan. Dorongan utama aktivitas ini selain upaya memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, menambah penghasilan masyarakat sekitar juga sebagai sarana rekreasi dan hobi. 
Di Surabaya, gerakan urban farming yang dibangun berdasarkan ide [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_top_left" style="width:200px;"><a href="http://enciety.com/wp-content/uploads/2009/11/sayurbuah.png"><img src="http://enciety.com/wp-content/uploads/2009/11/sayurbuah.png" alt="   " title="sayurbuah" width="200" height="146" align="left" /></a><br style="clear:both" /><span>   </span></div><em>Urban farming</em> merupakan aktivitas pertanian di dalam atau di sekitar kota yang melibatkan ketrampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya dan pengolahan makanan. Dorongan utama aktivitas ini selain upaya memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, menambah penghasilan masyarakat sekitar juga sebagai sarana rekreasi dan hobi. </p>
<p>Di Surabaya, gerakan <em>urban farming</em> yang dibangun berdasarkan ide dan inovasi warga kota, serta didukung pemerintah yang diharapkan memberikan kontribusi positif, seperti meningkatkan jumlah variasi makanan yang tersedia dan memungkinkan sayuran, buah-buahan segar diproduksi di kota. </p>
<p><strong>Mengapa urban farming penting ?</strong></p>
<p>Ada perubahan proporsi urban rural di Jawa, fakta menunjukkan 20 tahun yg lalu, Pulau Jawa ini 70% pedesaan 30% kota, sedangkan saat ini  60% kota dan 40% pedesaan. Percepatan pertumbuhan yang sangat luar biasa, sehingga konversi dari lahan pertanian ke non pertanian terlalu cepat. Dengan makin tumbuh dan bergesernya rural menjadi urban yang modern, tentu hal ini cukup “menganggu” bagi ketahanan pangan di masa depan.</p>
<p class="textboxleft">Kesadaran akan kebutuhan udara yang bersih, kenyamanan dalam lingkungan hidup, makin membuat konsep urban farming ini diterima lebih cepat oleh warga kota.</p>
<p>Kesadaran akan kebutuhan udara yang bersih, kenyamanan dalam lingkungan hidup, makin membuat konsep urban farming ini diterima lebih cepat oleh warga kota. Bahkan dengan lahan yang sempit-pun kreatifitas warga kota tidak akan berkurang. </p>
<p>Kondisi ini didukung pula oleh program dan kebijakan pemerintah kota Surabaya, dengan cepat mengembalikan fungsi jalur hijau pada fungsi yang sebenarnya. Hingga saat ini RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Surabaya mencapai 20%. Tentunya pembangunan taman kota, makin difungsikannya kebun bibit, adanya gerakan green and clean dan surabaya berbunga akan makin mendorong pihak swasta dan warga kota berbenah.</p>
<p><strong>Apa yang bisa kita lakukan ?</strong></p>
<p><em>Urban farming</em>, tidak memerlukan lahan yang luas. Banyak sekali buku atau panduan di internet tentang bercocok tanam. Apabila kita menyukai berkebun, bertaman, atau memanfaatkan lahan di rumah dengan tanaman sayur, buah dan tanaman hias. Maka aktivitas yang bersifat rekreasi ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat. Komunitas ini akan makin banyak dan saling berbagi. </p>
<p class="textboxleft">Bagi peneliti, <em>urban farming</em> akan meningkatkan kreatifitas statistika pada proses <em>design of experiment</em></p>
<p>Bagi peneliti, <em>urban farming</em> akan meningkatkan kreatifitas statistika pada proses <em>design of experiment</em>. Sehingga akan muncul RW-RW dengan inovasi tanaman unggulan yang cocok, cepat dan sehat untuk ditanam dan dibudidayakan di kota. Apalagi jika banyak pihak makin berani menjadikan &#8220;kampung&#8221; sebagai &#8220;kampus&#8221;, di mana gerakan <em>urban farming</em> lebih terukur, terarah, didukung dengan teknologi dan gotong royong.</p>
<p>Sehingga, di masa mendatang <em>urban farming</em> akan menjadi model rekreasi, ekonomi dan kewirausahaan, penelitian, kesehatan dan kesejahteraan serta pemulihan dan perbaikan lingkungan hidup. <em>Urban farming</em> juga akan menciptakan keindahan dan suasana asrinya “desa” dalam  lingkungan kota yang modern. Mari bersama kita mulai. (unung@enciety.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enciety.com/blog/2009/11/urban-farming-merubah-kampung-menjadi-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Cerdas Warga Kota Siasati Krisis Ekonomi</title>
		<link>http://enciety.com/blog/2009/09/solusi-cerdas-warga-kota-siasati-krisis-ekonomi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://enciety.com/blog/2009/09/solusi-cerdas-warga-kota-siasati-krisis-ekonomi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 05:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enciety.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[
Walikota Surabaya Bambang DH
“Saya sangat menghargai kecerdasan warga kota dalam menyiasati krisis ekonomi ini. Salah satunya, bagaimana dapat memanfaatkan keterbatasan lahan secara produktif, terutama dengan memilih tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” tutur Bambang DH, Wali-kota Surabaya saat membuka Gelar Produk dan Panen Raya Urban Farming di Kelurahan Made minggu lalu.
Kegembiraan Walikota sangat beralasan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="imagecaptioneasy_left">
<div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_top_ft size-full wp-image-112" style="width:300px;"><img class="alignleft size-full wp-image-112" src="http://enciety.com/files/2009/09/web-300x224.jpg" alt="Walikota Surabaya Bambang DH" width="300" height="224" /><br style="clear:both" /><span>Walikota Surabaya Bambang DH</span></div></div>
<p>“Saya sangat menghargai kecerdasan warga kota dalam menyiasati krisis ekonomi ini. Salah satunya, bagaimana dapat memanfaatkan keterbatasan lahan secara produktif, terutama dengan memilih tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” tutur Bambang DH, Wali-kota Surabaya saat membuka Gelar Produk dan Panen Raya Urban Farming di Kelurahan Made minggu lalu.</p>
<p>Kegembiraan Walikota sangat beralasan, bukan hanya karena respon yang luar biasa, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi kegiatan yang digagas dan dilaksanakan dengan semangat gotong-royong, oleh: Peme-rintah Kota, Suara Surabaya Media, dan berbagai elemen masyarakat yang peduli. Namun juga Urban Farming dapat menjadi solusi cerdas dan peduli untuk menjawab permasalahan ekonomi dan lingkungan hidup.<span id="more-53"></span></p>
<p>Lombok merah Made, yang dipanen sebesar 40 ton per hari, merupakan primadona acara yang sangat laku dibeli warga kota. Tidak heran, lombok me-rah Made bukan hanya diperdagangkan di Pasar Keputran, namun juga sudah menembus luar Jawa Timur bahkan sampai di Sumatera. Mangga Made juga produk andalan yang siap untuk dipasarkan dengan lebih baik.</p>
<p>Saat ini terdapat 570 petani dan 75 kelompok tani yang bercocok tanam hortikulura organik, yang mempunyai nilai tambah tinggi, seperti: lombok merah, tomat, dan kacang panjang, di sekitar 50 hektar sawah.”Syukur Alhamdulillah, respon warga kota terhadap kegiatan Agro-wisata, yang pertama di Indonesia dengan melibatkan 570 keluarga tani, sungguh luar biasa,” ungkap Samsul Arifin &#8211; Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya.</p>
<p>Urban Farming, merupakan respon terhadap aspirasi warga kota untuk: menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat terobosan untuk mengatasi masalah kemiskinan. “Untuk itu, Pemerintah Kota telah meng-anggarkan lebih Rp. 25 miliar untuk Program Urban Farming. Bahkan mulai tahun ini, juga telah dipersiapkan 64 mantri perikanan dan 20 mantri pertanian,” ujar Tri Rismaharini &#8211; Kepala Bappeko Surabaya.</p>
<p>“Untuk selanjutnya kita harus mulai memikirkan paska panen, agar harga tidak jatuh,” ingat Kresnayana Yahya minggu ini.</p>
<p>Gotong Royong, yang sudah mulai dilupakan dan dianggap sekedar wacana, ternyata bisa dihidupkan kembali di Surabaya. Kondisi ini juga mendapatkan respon positif dari dunia usaha. “Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro dan Kecil (UMK),” ujar Irawan D. Kadarman &#8211; Corporate Affairs Director PT. Carrefour Indonesia. (don@enciety.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enciety.com/blog/2009/09/solusi-cerdas-warga-kota-siasati-krisis-ekonomi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

