Visualisasi Data Tabulasi Silang

Menampilkan besaran tabulasi silang masih menarik untuk dicermati. Mengolah dan mengotak – atik data kategori ini memang menyenangkan dan membuat kita menemukan sesuatu yang lebih bermakna. Cross Tabulation yang ada dengan row/column dan total persentase sel akan memudahkan kita untuk mengetahui letak titik-titik pengumpulan data. Serta dengan menggunakan analisis dependensi, kita juga akan dibantu menemukan nilai ketergantungan antar variabelnya.

Bagaimana R menampilkan visualisasi data untuk menggambarkan data tabulasi silang ?

Berikut ini contoh membangun plot dengan library encietyCSS dan gplots.

hobby < - sample(c("music","sport","reading"),125,TRUE)
gender <- sample(c("male","female"),125,TRUE)

library(encietyCSS)
crosstab.plot(hobby,gender,var1.names="hobby",var2.names="gender")
title("Crosstab Plot")

library(gplots)
balloonplot(table(hobby,gender),main="Balloon Plot")

Hasil Plot adalah sebagai berikut :

Terima kasih,

Salam,

Unung

Both comments and pings are currently closed.

12 Responses to “Visualisasi Data Tabulasi Silang”

  1. vuad says:

    mas mo tanya….bisa gak tabulasi silang dipakai buat menentukan segmentasi pasar…??

  2. Unung Istopo says:

    Mungkin lebih tepatnya, tabulasi silang dapat digunakan sebagai model deskriptif awal untuk membangun segmentasi pasar. Model ini bisa diteruskan dengan menguji menggunakan CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detector) salah satu model yang dikembangkan dalam Tree Classification Methods.

    Untuk visualisasinya bermacam-macam, bisa diinovasi atau menggunakan mossaik plot. Hal ini karena dalam segmentasi pasar variabel yang dibandingkan terkadang tidak hanya dua, sehingga pendekatan yang dilakukan memang lebih tepat menggunakan gabungan antara Factor Analysis (PCA), Regression Analysis, Contingency Table Analysis yang digunakan dalam pembentukan model Tree Classification.

    Yang tak kalah penting, model segmentasi pasar sangat ditentukan oleh faktor-faktor penentu lain, seperti hasil research dan strategi perusahaan selain dari pengembangan model yang dilakukan berdasarkan data likelihood semata.

    Terima kasih atas pertanyaannya dan semoga sukses.

    Salam.

  3. vuad says:

    oK deh thanks atas info tabulasinya….
    mang di skripsi saya tabulasi silangnya di perkuat dengan chi square…
    tar kaLo saya bingung lagi ngolah datanya…numpang tanya kesini lagi masih boleh kan :D

  4. Unung Istopo says:

    Monggo :) saling sharing ya mas.

    Salam.

  5. hadi says:

    mas ini sekelumit dari skripsi saya. untuk mengolah datanya,, saya pakai uji apa,, trus penggunaan tabulasi silangnya gimana,, tolong dituntun ya mass,,,

    Penurunan teori respon kognitif ke dalam peneliti terdiri dari dua variabel yaitu variabel X peneliti adalah kontribusi selebaran Polling Telpon Interaktif Dakota SM sebagai iklan yang menerpa ( advertising exposure ) pengunjung Lianda Music yang didalamnya tertuang isi materi, frekuensi penayangan dan bentuk penyajian selebaran, dan variabel Y penelitian adalah sikap ( attitude ) positif pengunjung Lianda Music pada acara Polling Telpon Interaktif Dakota yang tumbuh karena adanya respon kognisi, afeksi dan konasi, adapun respon kognitif ( cognitive response ) yang digambarkan dalam model respon kognitif ini merupakan bagian dari sikap ( attitude ) atau variabel Y. Penurunan tersebut dapat disederhanakan menjadi :
    Variabel X Variabel Y
    Kontribusi Selebaran Polling Telpon Sikap positif Pengunjung
    Interaktif Dakota Suara Medan Toko Kaset & CD
    X1. Isi Materi Selebaran Y1. Aspek Kognisi
    X2. Frekuensi Penayangan Selebaran Y2. Aspek Afeksi
    X3. Bentuk Penyajian Selebaran Y3. Aspek Konasi

    Hubungan antar variabel penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut :

    GambarIII : Hubungan Antar Variabel-variabel Penelitian
    Sumber : Levidge dan Steiner dalam Wright, 1987;91

    Keterangan :
    1. X1 terhadap Y1, Y2 dan Y3
    2. X2 terhadap Y1, Y2 dan Y3
    3. X3 terhadap Y1, Y2 dan Y3

  6. Unung Istopo says:

    Untuk mas Hadi,

    Penggunaan tabulasi silang digunakan untuk memudahkan kita menemukan distribuasi antar dua atau lebih faktor (nominal dan ordinal) sehingga mampu digunakan sebagai indikasi awal adanya hubungan asosiasi.

    Dalam penelitian anda, deskripsi statistik bisa menggunakan cross tabulation dengan pendekatan uji Chi Square.

    Coba anda pelajari SEM dengan pendekatan Polychoric Series. Juga perdalam hubungan konsep antar variabel yang memiliki skala pengukuran ordinal.

    Selamat.

  7. yakup says:

    mas mau tanya…
    misalnya ketika kita memakai analisa tabukasi silang dengan spss ntar itu apakah ada syarat syarat tertentu agar tabulasi silang dapat diterima istilahnya valid gitu mas…tks.

  8. jopa says:

    mas tolong dibahas lebih detail lagi yach

  9. wisnu says:

    mas.. bagai mana mengolah data yang nilai skala ordinalnya beda?
    misal X berskala likert 2 dan Y berskala likert 5?
    bisa langsung diberi nilai dan dioleh ke SPSS atau harus melalui care tertentu dan software tertentu?
    trimakasih…

  10. Unung Istopo says:

    @ Wisnu : Likert scale biasanya memiliki 5 atau 7 atau 10 likert item. Meski dalam beberapa riset ada yang menggunakan likert item 4. Jika yang mas wisnu maksud adalah akan melakukan manipulasi likert, maka di SPSS sampeyan bisa gunakan menu transform, sub menu recode maupun automatic recode. Namun, semua kembali pada : untuk alasan apa sampeyan akan melakukan transformasi tersebut, sehingga bisa tepat menentukan metode dan langkah selanjutnya. Sukses.

  11. richard says:

    pak unung saya mau tanya. bagaimana cara menggabungkan dengan menggunakan perhitungan? terima kasih

  12. nurhayati says:

    mau tanya…
    apakah jika kuisioner tidak memakai skala likert, dan datanya ordinal dan nominal, harus di uji validitas???
    untuk mengetahui data itu normal bagaimana, jika kuisionernya seperti itu?

Sorry, no posts matched your criteria.