Tidak semua produk cocok dengan model marketing berjenjang ini, ada keunikan yang menyertai dalam pengembangan bisnis dan pemasaran. Namun ada hal yang cukup kuat dipahami oleh pemilik perusahaan, sehingga dengan tepat dia tahu kapan dan jenis produk yang cocok dibangun loyalitasnya melalui MLM. Bukan hanya ilmu marketing handal dan emosional marketing yang dimainkan di sini, namun juga kemampuan sales, kemampuan edukasi dan kemampuan membangun komunitas yang makin lama makin menggurita.
Ambil contoh, salah satu produk MLM yang lagi marak, herba. Produk ini mungkin udah hampir 10 tahun ada, model pengembangan yang sederhana tidak sebesar produk MLM yang lain, tetapi cukup mampu berperan menjadi alternatif bisnis dan wirausaha. Dua produk utamanya yang cukup terkenal Kopi dan Minyak, cukup mampu diserap pasar. Bahkan kopi ini sempat harus antri pada bulan agustus 2008, sehingga yang pesan bulan ini baru akan mendapat kopi 2 hingga 3 bulan lagi. Tentu, bagian produksi akan kewalahan dengan peningkatan jumlah customer yang tajam. Strategi dan manajemen teknologi akan menjadi penentu, suksesnya bisnis ini. Sales force melalui member sangat bagus, dalam mengedukasi market.
Kita dapat mengenali loyalitas customer dengan mengamati perilaku pelanggan kita, pertama kemampuan dan keinginan kuat akan membeli kembali produk kita di masa mendatang, tentu dengan jumlah yang sama atau lebih. Kedua, memberikan rekomendasi kepada orang lain untuk turut serta memiliki pengalaman sukses yang sama yang diceritakan dan dikomunikasi kan dalam tingkat persepsi gold pada produk itu, hingga menimbulkan kebanggaan.
Produk herbal sangat tepat mengundang orang untuk repurchase, anggapan bahwa jamu tradisional, herba memiliki pengaruh yang lebih jangka panjang dibandingkan dengan obat kimiawi menjadi unggulan terserapnya produk ini dengan mudah. Sehingga orang akan terus membeli untuk memenuhi waktu terapinya sesuai dengan tingkat penyakit yang diderita. Cara komunikasi efektif yang dilakukan MLM herba ini, dengan panduan dan pelatihan yang standar bagi stokis nya tentu memiliki dampak komunikasi yang sama dan tepat, dan selalu bertambah. Membangun keyakinan sembuh bagi pelanggan jauh lebih penting dibandingkan meyakinkan pentingnya herbal. Hal ini membuat munculnya klinik herba dan pelatihan kesehatan di tingkat region yang lebih kecil.
Apakah model pemasaran ini akan mengganggu market share yang udah ada. Belum tentu, tetapi menganggu market size ? Silahkan bersama amati. (unung@enciety.com)