Membuat Gantt Chart Sederhana

Gantt Chart merupakan visualisasi chart yang digunakan untuk menggambarkan jadual dari pekerjaan atau proyek.

Berikut definisi Gantt Chart menurut Wikipedia :

A Gantt chart is a type of bar chart that illustrates a project schedule. Gantt charts illustrate the start and finish dates of the terminal elements and summary elements of a project. Terminal elements and summary elements comprise the work breakdown structure of the project. Some Gantt charts also show the dependency (i.e, precedence network) relationships between activities.

Aplikasi Microsoft Project (Windows) maupun Mr Project (Linux) dan banyak aplikasi lain digunakan untuk menggambarkan dengan mudah bagaimana alokasi waktu dan resources dapat kita amati secara grafis.

Untuk membuat Gantt Chart sederhana di R, kita dapat menggunakan fungsi gantt.chart pada library plotrix. Data resources, event, work/task dan time dapat kita simpan dalam bentuk csv. Dengan format sebagai berikut :

———————————————–
Task | Starttime | Endtime
———————————————–

Hasilnya dapat dilihat seperti Gambar 1.

Gambar 1. Contoh Tampilan Gantt Chart Sederhana

Jika kita memiliki WBS yang lebih detail, maka kita dapat membangun fungsi Gantt Chart dengan mengoptimalkan fungsi dasar ataupun dengan melakukan pengembangan pada fungsi gantt.chart pada library plotrix.

Keuntungannya dengan menggunakan R adalah kita dapat membangun model gantt.chart yang kita tampilkan bersama dengan executive dashboard yang kita miliki. Serta kemudahan dalam akses ke berbagai sumber data.

Tantangannya, kita sedikit meluangkan waktu untuk membangun script dibandingkan dengan aplikasi visual. (unung@enciety.com)

Belajar ber-Rekreasi dalam Rekreasi Belajar

Membangun kota yang bersih dan berpendidikan serta beretika di tengah makin sempitnya ruang bergerak, karena meningkatnya jumlah penduduk, titik lokasi usaha serta meledaknya jumlah kendaraan bermotor, tidak mudah bagi Surabaya, kota metropolis dengan berbagai etnis yang cukup egaliter ini. Surabaya harus berjuang untuk menata dan mengelolanya, sehingga ditengah himpitan beban masih mampu tersenyum bagi orang lain, yang diharapkan senyum itu menjadi aura positif yang memancar di lingkungannya.

Data Survey Biaya Hidup BPS tahun 2007 menunjukkan ada perubahan sangat signifikan pada distribusi pola konsumsi masyarakat, yang menyedot konsumsi dasar pendidikan, pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, menjadi sangat dominan sejak tahun 1996. Kita bisa amati, pada tahun 1996 persentase konsumsi pendidikan adalah 56.7 % dan rekreasi dan olah raga mendapatkan porsi 43.7 %, pada tahun 2002 konsumsi pendidikan termasuk kursus dan peralatan pendidikan adalah 71.7 % dan rekreasi dan olah raga 28.2 %. Bagaimana dengan tahun 2007, rekreasi dan olah raga hanya mendapatkan porsi 17.5 % sedangkan pendidikan, kursus dan pendukung lainnya mendapatkan perhatian cukup tinggi yaitu 82.4 %.

Cukup menarik, memperhatikan prioritas pendidikan menjadi hal utama dan dominan, yang diharapkan berdampak positif bagi perkembangan kota dalam memenuhi SDM yang cerdas. Apalagi jika konsep pendidikan kita bukan lagi berkutat pada kelas yang membelenggu dan mematikan kreatifitas anak didik.

Kesibukan dan tekanan pada orang tua yang memiliki anak pada usia partisipasi sekolah menjadi masalah yang tidak asing lagi dan selalu berulang terjadi setiap tahun pada bulan Juli hingga Oktober. Angka inflasi kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga di Kota Surabaya, khususnya jasa pendidikan menunjukkan pola time series musiman. Pada bulan-bulan tersebut sejak tahun 2004 inflasi jasa pendidikan dapat mencapai angka rata-rata 6% bahkan pada tahun 2004 sempat mencapai angka 16 %. Tentunya tanpa persiapan yang cukup ketat, manajemen finansial keluarga serta kepemilikan asuransi pendidikan, beban biaya sekolah ini menjadi sesuatu yang tidak sederhana.

Menarik sekali program Bappeko Surabaya yang cukup detail dalam merencanakan serta mengawasi program pendidikan di Surabaya. Meminimalisasi pungutan di luar peraturan resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya, membangun fasilitas infrastruktur pendidikan serta melakukan pengawasan terhadap pengeluaran anggaran pendidikan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam hal anggaran pendidikan.

Masyarakat kota Surabaya saat ini memiliki kebun bibit Bratang di wilayah Surabaya Timur dan taman kota lain yang tersebar di beberapa sudut kota. Lokasi taman kota yang cukup strategis ditengah lokasi pendidikan, bisnis dan transportasi membuat kebun bibit Bratang seolah menjadi sangat atraktif. Bukan dalam rangka mengangkat citra kebun bibit, namun dalam tulisan ini, penulis ingin berbagi bagaimana program CSR bekerjasama dengan perencana kota mampu merubah area yang dulu ramai penuh sesak sebagai tempat adu suara burung ini menjadi taman kota yang asri, nyaman, apik dan berpendidikan.

Belajar bukan lagi kelas yang menyeramkan. Rumah dan taman serta lingkungan kita adalah tempat belajar, belajar mengimplementasikan apa yang ditulis, yang diajarkan, bukan hanya belajar menghapal tanpa makna. Bahkan area ini bukan hanya tempat pendidikan, tetapi tempat rekreasi dan olah raga.

Jika kita kembali amati data konsumsi dasar di atas, hal ini mampu memberikan alternatif bagi masyarakat kota, di mana dengan semakin berkurangnya porsi konsumsi untuk rekreasi, masih banyak tempat yang bisa digunakan untuk membangun konsep belajar yang rekreasi dan rekreasi yang belajar dengan berkunjung di taman-taman kota dengan bebas biaya.

Masyarakat juga diharapkan membangun kecintaan belajar bukan hanya menyenangi membaca buku namun menjadikan membaca buku, serta semua informasi yang ada dan disediakan dalam lingkungan sekitar baik internet maupun media lain menjadi kebutuhan yang indah, tidak memaksa dan menyenangkan. Karena anak-anak tidak lagi membedakan sekolah itu harus duduk diam di dalam kelas, tetapi mengajak anak memahami lingkungan adalah sekolah dan tempat belajar yang murah.

Tantangan kedepan adalah bagaimana perencana kota berupaya membekali calon orang tua atau orang tua muda dengan pemahaman pendidikan anak yang benar yang berwawasan lingkungan. Terus berbenah Surabayaku, semoga kepahlawananmu tidak memudar. unung@enciety.com – 5 Nopember 2008.

Mengamati Historical Stock Price

Perubahan yang terjadi pada sektor finansial, cukup menarik untuk diamati. Pergerakan turun naik saham, dipacu pada krisis global ini, menjadi tema utama hampir di semua media.

Melalui game simulasi saham yang dikembangkan oleh Rudi Cayadi membuat tergelitik untuk mengamati historical stock price. Terutama untuk saham yang sempat dipilih dalam simulasi ini :) .

Dengan basis code dasar R yang telah ada dalam pembahasan sebelumnya, maka hasil plot mulai 1 Januari 2008 hingga 2 Desember 2008 adalah sebagai berikut :

Historical Stock Price

Visualisasi ini diharapkan memberikan gambaran sederhana tentang pergerakan saham dalam negeri, yang coba penulis implementasikan dalam game simulasi saham. (unung@enciety.com)