Posts Tagged ‘descriptive’

Memulai R dan Analisis Sederhana (4)

Topik : membuat fungsi sederhana
Kasus : Plot Min – Max Temperature Jawa Timur 2000 – 2003

Berikut ini adalah script sederhana untuk melakukan plot time series temperatur udara di Propinsi Jawa Timur berdasarkan data dari Stasiun Metereologi Juanda Surabaya yang dimuat dalam publikasi BPS – Jawa Timur dalam angka tahun 2000 – 2003. Di mana struktur data yang disediakan adalah data minimum dan maksimum, sehingga bentuk visualisasi datanya hendaknya mencerminkan kondisi tersebut.

Menggunakan fungsi segments

bartemp <- function(at,min,max,delta,col="black") {
segments(at-delta,min,at+delta,min,col=col)
segments(at,min,at,max,col=col)
segments(at-delta,max,at+delta,max,col=col)
}

temp < - read.csv("/home/unung/work/temp.csv")
plot(c(1:48),ylim=c(min(temp[2])-5,max(temp[1]+5)),type="n",axes=F,xlab="",
ylab="temperatur (C)")
axis(1,seq(1,48,6),c("Jan-2000","Jul-2000","Jan-2001","Jul-2001",
"Jan-2002","Jul-2002","Jan-2003","Jul-2003"),cex=0.6)
box()
axis(2,cex=0.4)
bartemp(at=c(1:48),temp[[2]],temp[[1]],0.2,col="blue")
title(main="Plot Series Temperatur Udara Jawa Timur")

Hasil grafiknya adalah sebagai berikut :

Nach, rekan-rekan semua dapat memodifikasi fungsi di atas dan menambahkan fungsi-fungsi lain untuk mempercantik plot. Plot ini dapat anda gunakan jika menemui kasus data min – max.

Oke, selamat mencoba ya :)

Salam,

Unung Istopo

Memulai R dan Analisis Sederhana (3)

Topik : Membuat plot, menambah grid dan mengatur batas axis

Beberapa “coretan” tentang studi kasus analisis data statistik dengan visualisasi grafik telah dibahas beberapa kali dalam blog ini. Namun kali ini penulis kembali akan memberikan catatan kecil yang berkenaan dengan membuat plot sederhana, khususnya berkaitan dengan penambahan grid dan mengatur batas axis dengan mudah.

Fungsi utama yang digunakan untuk membuat plot adalah fungsi plot . Fungsi ini merupakan fungsi umum yang digunakan untuk melakukan plot obyek-obyek dalam R.

Berikut ini contoh script untuk melakukan manipulasi plot sederhana :

> x <- c(1:12)
> y <- rnorm(12,120,50)
> plot(x,y)

Hasilnya adalah sebagai berikut :

Nach, untuk mempercantik hasil plot kita dapat menambah grid, mengatur batas axis dan pengaturan warna dengan tambahan script sebagai berikut :

> par(bg=”pink”)
> plot(x,y,axes=FALSE,xlim=c(1,12),xlab=”",ylab=”",col.axis=”red”)
> usr <- par(“usr”)
> rect(usr[1],usr[3],usr[2],usr[4],col=”black”)
> grid()
> abline(h=c(50,200),lty=3,col=”orange”)
> lines(x,y,col=”yellow”)
> points(x,y,col=”orange”,pch=19,cex=1)
> axis(1,at=1:12,labels=month.abb,cex.axis=0.7)
> axis(2,cex.axis=0.7)
> title(“Normal Random Data”,sub=”(Time Series Plot)”,
+ cex.main=1.5, font.main=2,col.main=”brown”,
+ cex.sub=0.7,font.sub=4,col.sub=”black”)
> title(xlab=”month”,ylab=”Data”,cex.lab=0.7)
> text(x,y+10,formatC(y),col=”white”,cex=0.6)

Ditulis sekedar untuk mengingatkan penulis ketika akan mempercantik plot :)

Analisis enciety CheckClock Report menggunakan R

Analisis enciety CheckClock Report dengan menggunakan R dapat kita lakukan sebagai berikut :

Mis: Analisis untuk divisi IT: Network & Information Service Provider pada bulan Mei 2005.
1. Akses data ke aplikasi enciety CheckClock Report


2. Analisis Barplot untuk menggambarkan Persentase masuk dan keluar.


3. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Salam,

Unung Istopo H