<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Statistical Graphics &#38; Data Visualization &#187; surabaya</title>
	<atom:link href="http://enciety.com/community/R/tag/surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enciety.com/community/R</link>
	<description>Innovation and New Experimentation Model with R</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 May 2010 03:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar ber-Rekreasi dalam Rekreasi Belajar</title>
		<link>http://enciety.com/community/R/2009/01/03/belajar-ber-rekreasi-dalam-rekreasi-belajar/</link>
		<comments>http://enciety.com/community/R/2009/01/03/belajar-ber-rekreasi-dalam-rekreasi-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 06:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Unung Istopo</dc:creator>
				<category><![CDATA[R Forum]]></category>
		<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[enciety]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enciety.com/community/R/2009/01/03/belajar-ber-rekreasi-dalam-rekreasi-belajar/</guid>
		<description><![CDATA[Membangun kota yang bersih dan berpendidikan serta beretika di tengah makin sempitnya ruang bergerak, karena meningkatnya jumlah penduduk, titik lokasi usaha serta meledaknya jumlah kendaraan bermotor, tidak mudah bagi Surabaya, kota metropolis dengan berbagai etnis yang cukup egaliter ini. Surabaya harus berjuang untuk menata dan mengelolanya, sehingga ditengah himpitan beban masih mampu tersenyum bagi orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.enciety.com/web/data/mappuskesmassby2004_at.png" alt="" / align="left"/>Membangun kota yang bersih dan berpendidikan serta beretika di tengah makin sempitnya ruang bergerak, karena meningkatnya jumlah penduduk, titik lokasi usaha serta meledaknya jumlah kendaraan bermotor, tidak mudah bagi Surabaya, kota metropolis dengan berbagai etnis yang cukup egaliter ini. Surabaya harus berjuang untuk menata dan mengelolanya, sehingga ditengah himpitan beban masih mampu tersenyum bagi orang lain, yang diharapkan senyum itu menjadi aura positif yang memancar di lingkungannya. </p>
<p>Data Survey Biaya Hidup BPS tahun 2007 menunjukkan ada perubahan sangat signifikan pada distribusi pola konsumsi masyarakat, yang menyedot konsumsi dasar pendidikan, pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, menjadi sangat dominan sejak tahun 1996. Kita bisa amati, pada tahun 1996 persentase konsumsi pendidikan adalah 56.7 % dan rekreasi dan olah raga mendapatkan porsi 43.7 %, pada tahun 2002 konsumsi pendidikan termasuk kursus dan peralatan pendidikan adalah 71.7 % dan rekreasi dan olah raga 28.2 %. Bagaimana dengan tahun 2007, rekreasi dan olah raga hanya mendapatkan porsi 17.5 % sedangkan pendidikan, kursus dan pendukung lainnya mendapatkan perhatian cukup tinggi yaitu 82.4 %. </p>
<p>Cukup menarik, memperhatikan prioritas pendidikan menjadi hal utama dan dominan, yang diharapkan berdampak positif bagi perkembangan kota dalam memenuhi SDM yang cerdas. Apalagi jika konsep pendidikan kita bukan lagi berkutat pada kelas yang membelenggu dan mematikan kreatifitas anak didik.</p>
<p>Kesibukan dan tekanan pada orang tua yang memiliki anak pada usia partisipasi sekolah menjadi masalah yang tidak asing lagi dan selalu berulang terjadi setiap tahun pada bulan Juli hingga Oktober. Angka inflasi kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga di Kota Surabaya, khususnya jasa pendidikan menunjukkan pola time series musiman. Pada bulan-bulan tersebut sejak tahun 2004 inflasi jasa pendidikan dapat mencapai angka rata-rata 6% bahkan pada tahun 2004 sempat mencapai angka 16 %. Tentunya tanpa persiapan yang cukup ketat, manajemen finansial keluarga serta kepemilikan asuransi pendidikan, beban biaya sekolah ini menjadi sesuatu yang tidak sederhana.</p>
<p>Menarik sekali program Bappeko Surabaya yang cukup detail dalam merencanakan serta mengawasi program pendidikan di Surabaya. Meminimalisasi pungutan di luar peraturan resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya, membangun fasilitas infrastruktur pendidikan serta melakukan pengawasan terhadap pengeluaran anggaran pendidikan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam hal anggaran pendidikan.</p>
<p>Masyarakat kota Surabaya saat ini memiliki kebun bibit Bratang di wilayah Surabaya Timur dan taman kota lain yang tersebar di beberapa sudut kota. Lokasi taman kota yang cukup strategis ditengah lokasi pendidikan, bisnis dan transportasi membuat kebun bibit Bratang seolah menjadi sangat atraktif. Bukan dalam rangka mengangkat citra kebun bibit, namun dalam tulisan ini, penulis ingin berbagi bagaimana program CSR bekerjasama dengan perencana kota mampu merubah area yang dulu ramai penuh sesak sebagai tempat adu suara burung ini menjadi taman kota yang asri, nyaman, apik dan berpendidikan.</p>
<p>Belajar bukan lagi kelas yang menyeramkan. Rumah dan taman serta lingkungan kita adalah tempat belajar, belajar mengimplementasikan apa yang ditulis, yang diajarkan, bukan hanya belajar menghapal tanpa makna. Bahkan area ini bukan hanya tempat pendidikan, tetapi tempat rekreasi dan olah raga.</p>
<p>Jika kita kembali amati data konsumsi dasar di atas, hal ini mampu memberikan alternatif bagi masyarakat kota, di mana dengan semakin berkurangnya porsi konsumsi untuk rekreasi, masih banyak tempat yang bisa digunakan untuk membangun konsep belajar yang rekreasi dan rekreasi yang belajar dengan berkunjung di taman-taman kota dengan bebas biaya.</p>
<p>Masyarakat juga diharapkan membangun kecintaan belajar bukan hanya menyenangi membaca buku namun menjadikan membaca buku, serta semua informasi yang ada dan disediakan dalam lingkungan sekitar baik internet maupun media lain menjadi kebutuhan yang indah, tidak memaksa dan menyenangkan. Karena anak-anak tidak lagi membedakan sekolah itu harus duduk diam di dalam kelas, tetapi mengajak anak memahami lingkungan adalah sekolah dan tempat belajar yang murah. </p>
<p>Tantangan kedepan adalah bagaimana perencana kota berupaya membekali calon orang tua atau orang tua muda dengan pemahaman pendidikan anak yang benar yang berwawasan lingkungan. Terus berbenah Surabayaku, semoga kepahlawananmu tidak memudar. unung@enciety.com – 5 Nopember 2008. </p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fenciety.com%2Fcommunity%2FR%2F2009%2F01%2F03%2Fbelajar-ber-rekreasi-dalam-rekreasi-belajar%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;height:25px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enciety.com/community/R/2009/01/03/belajar-ber-rekreasi-dalam-rekreasi-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surabaya : Puskemas dan Tenaga Medis</title>
		<link>http://enciety.com/community/R/2006/03/01/surabaya-puskemas-dan-tenaga-medis-2/</link>
		<comments>http://enciety.com/community/R/2006/03/01/surabaya-puskemas-dan-tenaga-medis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2006 11:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Unung Istopo</dc:creator>
				<category><![CDATA[R Forum]]></category>
		<category><![CDATA[GIS]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.enciety.com/community/R/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Plot ini dibangun dengan menggunakan data dinas kesehatan kota Surabaya yang dipublikasikan dalam Surabaya dalam Angka 2004 &#8211; BPS Kota Surabaya. Penyajian data ini terdiri dari dua bagian yaitu radius diagram lingkaran menggambarkan total puskesmas di tiap wilayah dibandingkan dengan total puskesmas di Kota Surabaya dan distribusi tenaga medis tiap wilayah. Untuk membandingkan proporsi tenaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Plot ini dibangun dengan menggunakan data dinas kesehatan kota Surabaya yang dipublikasikan dalam <b>Surabaya dalam Angka 2004 &#8211; BPS Kota Surabaya</b>. Penyajian data ini terdiri dari dua bagian yaitu radius diagram lingkaran menggambarkan total puskesmas di tiap wilayah dibandingkan dengan total puskesmas di Kota Surabaya dan distribusi tenaga medis tiap wilayah. Untuk membandingkan proporsi tenaga medis antar wilayah dengan total maka di kiri bawah disertakan plot diagram lingkaran yang menggambarkan proporsi total tenaga medis di Kota Surabaya.</p>
<p>Distribusi puskesmas di Surabaya adalah 8 puskesmas di Surabaya Pusat, 9 puskesmas di Surabaya Utara, 12 puskesmas di Surabaya Timur, 14 puskesmas di Surabaya Selatan dan 9 Puskesmas di Surabaya Barat. </p>
<p><img src="http://www.enciety.com/web/data/mappuskesmassby2004.png"/></p>
<p>Untuk menambahkan kekuatan analisis maka dalam penyajian ini kita dapat menambahkan legend, data jumlah penduduk, jumlah rumah tangga dan data lainnya yang relevan sehingga analisis semakin bermakna. (unung)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fenciety.com%2Fcommunity%2FR%2F2006%2F03%2F01%2Fsurabaya-puskemas-dan-tenaga-medis-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;height:25px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enciety.com/community/R/2006/03/01/surabaya-puskemas-dan-tenaga-medis-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
