Filter Informasi: Iklan di Social Media Menjadi Cermin Diri

Dalam internet terdapat sistem yang berfungsi menyaring informasi berdasarkan siapa kita, dan apa yang kita sukai. Algoritma ini akan membuat setiap orang memperoleh informasi berbeda sesuai minatnya masing-masing. Sebagai contoh, iklan yang ditampilkan di homepage facebook atau halaman search engine, akan disesuaikan dengan ketertarikan kita terhadap suatu konten. Dapat dipastikan bahwa iklan di homepage user satu akan berbeda dengan user lain (selama kesukaan mereka juga berbeda).

Mesin pencari Google meneliti kebiasaan kita melalui komputer yang digunakan, jenisbrowser yang dipakai, lokasi pengguna, hingga situs-situs yang sering dikunjungi. Semua ini digunakan untuk memperkirakan siapa pengguna, apa minatnya, hingga memprediksi informasi apa yang relevan bagi mereka.

Google telah menerapkan sistem ini sejak 4 Desember 2009, tetapi tidak banyak orang yang menyadarinya. Dengan adanya sistem yang memersonalisasikan pengguna ini, tidak ada lagi standar Google yang memberikan hasil pencarian yang sama, siapa pun penggunanya, dan dimana pun ia berada.

Eric Schmidt, salah seorang petinggi Google, mengungkapkan masa depan internet terkait personalisasi pengguna. “Sistem ini menjadikan kita subjektif dalam menilai sesuatu karena kita hanya akan mendapat informasi dari satu sisi-sisi yang kita suka, tanpa mengetahui kebenaran di sisi yang lain. Ini karena sistem ini mampu menebak perilaku kita dengan tepat,” katanya.(wh)

by: Teguh Andoria